Fenomena Langka Mei 2026: 2 Kali Bulan Purnama Hiasi Langit

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB
Ilustrasi fenomena Purnama Mei 2026. (Foto/Copilot AI)
Ilustrasi fenomena Purnama Mei 2026. (Foto/Copilot AI)

BeritaNasional.com -  Fenomena astronomi langka akan terjadi pada Mei 2026. Dalam satu bulan kalender, langit akan menampilkan dua kali bulan purnama sekaligus, sebuah peristiwa yang tidak sering terjadi.

Berdasarkan laporan dari EARTHSKY, bulan purnama pertama muncul pada 1 Mei 2026, sementara purnama kedua akan terjadi pada 30 Mei 2026.

Peristiwa ini membuat Mei 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik bagi pengamat langit.

Flower Moon Jadi Pembuka Purnama di Mei 2026

Purnama pertama dikenal dengan sebutan Flower Moon. Nama ini berasal dari musim semi di belahan bumi utara, ketika bunga-bunga sedang bermekaran dengan indah.

Selain maknanya yang identik dengan musim semi, Flower Moon pada tahun ini juga bertepatan dengan fenomena micromoon. Artinya, bulan berada pada titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya.

Blue Moon di Akhir Mei 2026

Purnama kedua yang terjadi pada 30 Mei 2026 disebut Blue Moon. Meski namanya terdengar seperti bulan berwarna biru, istilah ini sebenarnya merujuk pada kemunculan bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Fenomena Blue Moon tergolong jarang terjadi, biasanya hanya muncul setiap dua hingga tiga tahun sekali. Hal ini disebabkan perbedaan antara siklus bulan dan kalender Masehi.

Menariknya, Blue Moon kali ini juga termasuk micromoon, dengan ukuran sekitar 7% lebih kecil dibandingkan bulan purnama pada umumnya.

Bisa Disaksikan Tanpa Alat Khusus

Kabar baiknya, fenomena dua kali bulan purnama ini bisa diamati langsung tanpa teleskop atau alat bantu apa pun. Selama cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan, bulan dapat terlihat jelas dari berbagai wilayah.

Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah setelah matahari terbenam, ketika bulan mulai naik di langit malam.

Kemunculan dua kali bulan purnama dalam satu bulan menjadikan Mei 2026 sebagai momen istimewa bagi dunia astronomi. Selain indah secara visual, fenomena ini juga menjadi pengingat tentang keteraturan pergerakan benda langit yang terus berlangsung secara alami.

Fenomena seperti ini tidak hanya menarik untuk diamati, tetapi juga memberikan kesempatan edukasi tentang siklus bulan dan hubungan antara kalender manusia dengan pergerakan alam semesta.

 

(Rep/Bunga)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: