Ingin Main Saham? Yuk Kenali Ragam dan Harganya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 08 Mei 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNasional/IDX)
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNasional/IDX)

BeritaNasional.com - Mungkin bagi sebagian masyarakat sudah tidak asing dengan saham. Istilah "main saham" tidak lagi memilik makna yang membingungkan sebab saham menjadi pendapatan pasif yang cukup menggiurkan bagi yang menggelutinya. Meski terlihat mudah, seseorang yang bermain saham harus mengetahui bahkan menguasai seluk beluk saham. Hal ini menentukan keputusan kamu untuk bisa moncer di dunia persahaman. Melansir laman Pegadaian berikut ulasannya.

Saham dibagi menjadi beberapa jenis, yakni berdasarkan kepemilikan, cara pengalihan, dan kinerja perdagangan. 
 

Ragam saham berdasarkan kepemilikan

1. Saham Biasa (Common Stocks)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum dan dikenal masyarakat sebab banyak diniagakan di bursa saham Indonesia.

Selain itu, saham biasa termasuk paling banyak dipilih sebagai instrumen investasi oleh investor yang mencari potensi pertumbuhan jangka panjang walaupun risikonya lebih tinggi.

Pasalnya, peluang investasi yang tersedia di jenis saham ini cukup menarik. Akan tetapi, perlu pengelolaan yang lebih baik untuk meminimalkan risikonya.

Jika perusahaannya terus mengalami perkembangan, potensi kenaikan harga saham dapat sangat menguntungkan.

Saham ini bisa diklaim sesuai laba dan rugi yang diperoleh perusahaan. Pemilik saham mempunyai hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan pembagian dividen.

Namun, pemegang saham akan ditempatkan di posisi paling akhir dalam hal pembagian dividen atau klaim aset apabila perusahaan mengalami likuidasi.

2. Saham Preferen (Preferred Stocks)

Berbeda dengan saham biasa, pemilik saham preferen berhak memperoleh dividen terlebih dahulu dan memiliki atas aset perusahaan apabila terjadi kebangkrutan.

Akan tetapi, pemegang saham preferen tidak berhak hadir dalam RUPS atau memilih anggota dewan direksi serta komisaris perusahaan.

Bagi investor yang mengharapkan investasi dengan risiko relatif rendah dan mencari stabilitas, maka saham preferen bisa dijadikan sebagai opsi karena dividennya lebih pasti dan konsisten.

Namun, potensi kenaikan harga sahamnya cenderung lebih terbatas. Di bursa saham Indonesia, saham ini kerap kali ditandai dengan kode sebanyak empat huruf.

Terkadang, ada pula penambahan huruf ‘P’. Sebagai contoh, yaitu ASII, WSBP, MYOR-P, dan lain sebagainya.

 

Macam-Macam Saham Berdasarkan Cara Pengalihan

Jika dilihat berdasarkan cara pengalihan, macam-macam saham terdiri dari saham atas nama dan saham atas unjuk. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Saham atas nama merupakan ragam saham yang bukti kepemilikannya tertulis secara jelas di lembar saham. Jika ingin dipindahtangankan, maka harus melalui proses hukum yang berlaku.

Hal tersebut berguna untuk memberikan kepastian hukum bagi pemilik saham. Apabila sertifikat sahamnya hilang, maka pemilik dapat meminta ganti sebab namanya ada di buku perusahaan.

Saham yang diniagakan di bursa saham Indonesia umumnya adalah saham atas nama. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya penipuan dan melindungi investor.

2. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Kebalikan dari saham atas nama, bukti kepemilikan jenis saham atas unjuk tidak tertulis dengan jelas di lembar saham sehingga lebih mudah dipindahtangankan.

Jadi, bukti kepemilikan bergantung pada siapa yang memegang sertifikat saham tersebut. Oleh sebab itu, saham ini kerap digunakan untuk transaksi cepat dan tidak terikat prosedur hukum.

Akan tetapi, saham atas unjuk memiliki risiko lebih tinggi karena tidak ada bukti tertulis. Apabila hilang, maka lebih sulit dalam membuktikan kepemilikannya.

 

Jenis-Jenis Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangan

 

Jenis-jenis saham selanjutnya bisa dibedakan berdasarkan kinerja perdagangan. Adapun macam-macam saham tersebut adalah sebagai berikut.

1. Income Stocks

Income stocks termasuk dalam jenis-jenis saham unggulan yang secara konsisten membayar dividen dengan jumlah lebih besar dari rata-rata dividen di periode sebelumnya.

Bagi investor yang ingin mendapatkan passive income, maka saham ini cocok untuk dipilih. Hal itu karena pemasukan yang diperoleh akan selalu meningkat di setiap periodenya.

2. Speculative Stocks

Secara umum, saham ini memiliki potensi keuntungan yang tinggi, namun labanya tidak bisa diberikan secara konsisten. Ragam saham ini sesuai untuk investor dengan high risk profile.

Terutama, bagi mereka yang bersedia untuk mengambil risiko lebih besar demi potensi imbalan hasil lebih tinggi pula.

3. Blue Chip Stocks

Blue chip stocks adalah saham yang umumnya banyak diminati oleh investor, terutama pemula. Pasalnya, jenis saham ini tergolong aman serta bisa memberikan hasil yang dan maksimal.

Selain itu, jenis saham ini dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki reputasi tinggi dan berpenghasilan stabil serta konsisten dalam membayar dividen setiap tahun.

4. Counter Cyclical Stocks

Jika mencari saham yang mempunyai kondisi paling stabil ketika situasi ekonomi tidak menentu/bergejolak, maka counter cyclical stocks dapat menjadi pilihan.

Hal itu karena jenis saham ini tidak terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi maupun bisnis. Tetapi, labanya bergantung pada perusahaan yang menerbitkan saham ini.

5. Growth Stocks

Jenis-jenis saham berdasarkan kinerja perdagangan lainnya adalah growth stocks. Meskipun perusahaan tidak selalu menjadi pemimpin pasar, namun tingkat pertumbuhan hasilnya tinggi.

Saham ini terbagi atas dua kategori, yakni well-known growth stocks dan lesser-known growth stocks. Well-known growth stocks adalah saham dari perusahaan petinggi suatu industri.

Sementara itu, lesser-known growth stocks merupakan saham yang berasal dari perusahaan kurang populer tetapi potensi pertumbuhannya signifikan.

 

Macam-Macam Harga Saham

Selain memahami jenis-jenis saham, investor pun hendaknya mengetahui macam-macam harga saham. Pasalnya, setiap perusahaan mengeluarkan harga saham yang tidak sama.

Umumnya, terdapat empat jenis harga saham. 

Harga nominal, yaitu harga yang dicantumkan dengan jelas pada lembar saham. Harga inilah yang harus dibayarkan di awal oleh investor.

Harga perdana, yakni harga yang diberlakukan saat terdapat penawaran umum. Meskipun harga nominalnya tercantum, tetapi harga perdananya dapat berbeda karena adanya tawar menawar antara perusahaan dengan investor.

Harga pembukaan, merupakan harga yang berlaku saat pasar saham mulai dibuka. Harga ini bisa disebut juga dengan harga pertama yang tercatat di bursa saham ketika perdagangan dimulai.

Harga pasar, adalah harga yang tercatat pada bursa saham saat itu dan bisa berubah-ubah sebab bergantung pada penawaran serta permintaan saat dipasarkan.

Harga penutupan, yaitu harga terakhir yang tercantum ketika bursa saham tutup. Harga tersebut menjadi acuan untuk investor dalam mengetahui posisi terakhir saham yang diperjualbelikan.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: