Menteri Pertanian Amran Sulaiman Melayat Haerul Saleh

Oleh: Panji Septo R
Jumat, 08 Mei 2026 | 11:45 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman  (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Mentan Andi Amran Sulaiman (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman hadir sebagai pelayat paling awal di RSUD Pasar Minggu setelah menerima kabar wafatnya Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh.

Ia juga mendampingi proses pemindahan jenazah ke ambulans sebelum diberangkatkan ke rumah duka.

Kabar duka ini segera menyentuh Kementerian Pertanian dan berbagai pihak setelah Haerul Saleh berpulang akibat musibah kebakaran di kediamannya. 

Di lokasi, Amran sempat mendengar penjelasan dari asisten rumah tangga mengenai cepatnya peristiwa ketika korban sedang memantau pekerjaan renovasi, lalu api tiba-tiba membesar dan asap pekat memenuhi ruangan.

Amran menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sosok yang ia sebut sederhana, disiplin, dan memiliki komitmen tinggi terhadap kepentingan negara.

“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian sangat berduka atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau pribadi baik, tenang, dan memiliki komitmen menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan,” ujar Amran di RSUD Pasar Minggu, Jumat (8/5/2026).

Ia menambahkan, Haerul Saleh dikenal sebagai figur profesional yang konsisten mengedepankan pengabdian dalam setiap tugas.

“Beliau sangat menghargai etos kerja dan selalu menempatkan kepentingan bangsa sebagai prioritas. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik,” ucapnya.

Amran juga memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni khilafnya, dilapangkan kuburnya, dan keluarga memperoleh kekuatan serta keikhlasan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menjelaskan penyebab awal kebakaran yang terjadi di kediaman anggota IV BPK Haerul Saleh di Jakarta Selatan.

Peristiwa yang menewaskan Haerul di kediamannya di di Jl. TB Simatupang No.3, Tanjung Barat, Jagakarsa tersebut diduga dipicu material mudah terbakar.

Asril menyampaikan indikasi awal kuat mengarah pada keberadaan tiner bekas renovasi rumah di lantai tiga.

“Dugaan penyebab sementara berasal dari tiner sisa renovasi yang mudah menguap dan terbakar,” ujar Asril.

Ia menjelaskan kronologi berdasarkan informasi dari ketua RT setempat. 

“Saksi melihat asap pekat keluar dari lantai tiga. Begitu mengetahui ada potensi kebakaran, ketua RT langsung menghubungi petugas kami untuk penanganan cepat,” ucapnya.

Informasi diterima petugas pukul 07.53 WIB. Unit pertama tiba di lokasi pukul 08.05 WIB, disusul proses pemadaman yang dimulai dua menit kemudian. 

Api berhasil dilokalisir pada 08.15 WIB dan operasi dinyatakan selesai pukul 08.46 WIB. Total 12 unit dan 48 personel dikerahkan.

Objek yang terbakar mencakup area seluas 5x10 meter pada satu unit rumah tinggal. Tidak ada korban luka, namun satu korban jiwa tercatat meninggal atas nama Haerul Saleh, 49 tahun. 

“Korban ditemukan di dalam area terdampak dan langsung kami evakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Pasar Minggu,” kata Asril.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: