Genjot Ekonomi Biru, Presiden Prabowo Siapkan Ribuan Kapal untuk Koperasi Nelayan

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 10 Mei 2026 | 07:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama para nelayan di Gorontalo. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama para nelayan di Gorontalo. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai tancap gas dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. 

Fokus utama kali ini adalah penguatan Ekonomi Biru yang bertujuan menjadikan masyarakat pesisir sebagai pemain utama di laut sendiri.

Hal ini ditegaskan Presiden saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/20226). 

Menurut mantan menteri pertahanan ini, potensi laut Indonesia adalah anugerah luar biasa yang harus dioptimalkan demi kedaulatan ekonomi nasional.

“Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” ujar Prabowo.

Nelayan Jadi Kunci Kemandirian Pangan

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penguatan sektor laut merupakan langkah lanjutan setelah Indonesia sukses mencapai swasembada di sektor darat. 

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para nelayan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyokong kebutuhan pangan masyarakat.

“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar dan para nelayan yang punya jasa besar, dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita,” papar Prabowo.

Bantuan 1.582 Kapal Ikan, Jangan Ada Kapal Asing

Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana membangun ribuan kapal ikan mulai tahun ini. Uniknya, kapal-kapal ini tidak akan diberikan secara perorangan, melainkan dikelola melalui wadah koperasi nelayan agar lebih mandiri dan profesional.

Presiden menginginkan hasil laut Indonesia dinikmati sepenuhnya oleh rakyat, bukan oleh pihak asing.

“Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada yang kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil,” jelasnya.

Presiden Prabowo optimistis kebijakan besar ini akan mengubah taraf hidup masyarakat pesisir di seluruh pelosok nusantara.

“Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: