Demi Keselamatan, KAI Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar Sepanjang 2026
BeritaNasional.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus berupaya meminimalkan risiko kecelakaan di jalur kereta api. Tahun ini, Daop 1 menargetkan penutupan sedikitnya 40 titik perlintasan sebidang liar yang tersebar di berbagai wilayah kerjanya.
Langkah tegas ini diambil guna menjamin keselamatan operasional perjalanan kereta api sekaligus melindungi warga yang tinggal di sekitar jalur rel.
Fokus pada Perlintasan Sempit Tanpa Penjaga
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI Deddy Hendrady menjelaskan target penutupan difokuskan pada perlintasan yang tidak memiliki izin resmi serta tidak dijaga oleh petugas.
"Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar, di mana lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api," tegas Deddy yang dikutip dari Antara pada Kamis (14/5/2026).
Khusus di lintas antara Stasiun Cawang hingga Stasiun Tebet, KAI telah mengidentifikasi lima titik perlintasan swadaya yang perlu segera ditutup. Namun, realisasinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan dukungan dari pemerintah daerah setempat.
Meski semua perlintasan liar memiliki tingkat risiko bahaya yang tinggi, Deddy mengakui bahwa mengubah perlintasan liar menjadi perlintasan resmi bukanlah perkara mudah. Keterbatasan lahan serta besarnya biaya operasional menjadi tantangan utama.
"Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar untuk membuatnya. Kita harus menyediakan peralatan, pos jaga, hingga merekrut SDM untuk penjagaan," tambah Deddy.
Sebagai langkah awal di tahun ini, KAI Daop 1 telah mengeksekusi penutupan satu titik perlintasan liar di jalur Tebet-Cawang. Menariknya, penentuan lokasi yang ditutup didasarkan pada hasil musyawarah bersama masyarakat sekitar.
KAI sempat melakukan perpindahan lokasi penutupan atas permintaan warga. Hal ini dilakukan karena lokasi semula di wilayah RT 05 dinilai memiliki intensitas penggunaan yang lebih tinggi oleh masyarakat dibandingkan titik lainnya. Dengan adanya dialog ini, diharapkan proses sterilisasi jalur kereta api tetap berjalan kondusif tanpa mengabaikan aspirasi warga.
KAI mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuat atau menggunakan perlintasan liar demi keamanan bersama, mengingat kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak saat melintas.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







