Beberapa Langkah Pemerintah yang Diklaim Menkeu Purbaya Bisa Stabilkan Rupiah
BeritaNasional.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan beberapa langkah dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp17.668 per dolar AS pada Senin (18/5/2026). Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa usai dipanggil Prabowo ke Istana Negara, Jakarta, pada Senin kemarin.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin malam.
"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," tambahnya.
Purbaya menjelaskan, rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.
Saat ditanya lebih lanjut soal jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.
"Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah," jelas Purbaya.
Soal sumber dari dana yang akan masuk ke pasar obligasi, Purbaya menyampaikan, perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar.
Selain itu, Purbaya juga melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan bagus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga cukup aman untuk mendukung program prioritas.
Ia menyampaikan bahwa pondasi fiskal Indonesia dalam keadaan bagus. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juhaakan lebih melakukan sosialisasi kepada pasar modal, dan investor.
"Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa," klaim Purbaya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali stabil.
"Yakin stabil," ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas.
Namun demikian, Perry pun tidak dapat memastikan kapan rupiah akan kembali stabil.
Sebelumnya pada Selasa (12/5/2026) lalu, Menkeu Purbaya menyebut siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) SBN. Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin (118/5/2026) sore melemah ke anbka Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






