Diperebutkan Portugal, Junior Kroupi Tegaskan Pilih Bela Prancis
BeritaNasional.com - Roberto Martinez menghormati keputusan Junior Kroupi yang menolak kesempatan membela Timnas Portugal jelang Piala Dunia.
Penyerang muda Bournemouth itu memilih tetap setia kepada Prancis meski memiliki garis keturunan Portugal dari sang ibu.
Nama Kroupi tengah menjadi sorotan berkat performa impresifnya di Premier League musim ini. Pemain berusia 19 tahun tersebut sudah mencetak 12 gol dari 31 pertandingan bersama Bournemouth dan mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa pada bursa transfer musim panas.
Martinez mengungkapkan Portugal sempat mencoba mendekati Kroupi sebelum jeda internasional Maret lalu. Namun, sang pemain lebih memilih melanjutkan karier internasional bersama Prancis.
“Kami sempat menghubunginya sebelum pemusatan latihan Maret. Tetapi satu hal adalah memantau pemain yang bisa membela Portugal, hal lain adalah keinginan sang pemain. Junior ingin bermain untuk Prancis dan kami menghormati keputusan itu,” ujar Martinez.
Keputusan Kroupi sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Selain lahir dan berkembang di Prancis, ia juga pernah menghabiskan lebih dari satu dekade di akademi Lorient sebelum pindah ke Bournemouth.
Kroupi bahkan sudah tampil 39 kali di berbagai level usia Timnas Prancis. Bersama tim U-21, ia mencetak tiga gol dari lima pertandingan dan digadang-gadang menjadi bagian penting generasi baru Les Bleus setelah era Piala Dunia berakhir.
Selain berpeluang membela Portugal, Kroupi juga sebenarnya bisa memilih Pantai Gading karena ayahnya, Eli Kroupi, merupakan mantan pemain tim nasional negara Afrika tersebut.
Di sisi lain, Martinez juga aktif memantau sejumlah pemain muda lain dengan latar belakang ganda. Salah satunya adalah prospek Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane, yang akhirnya memutuskan beralih kewarganegaraan sepak bola dari Inggris ke Portugal.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu







