Prabowo Sebut Implementasi Pasal 33 UUD 1945 Kunci Utama Indonesia Makmur dan Berkeadilan
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya terhadap cetak biru perekonomian yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa.
Dalam pandangannya, kunci utama untuk mewujudkan kemakmuran yang merata di tanah air adalah dengan menerapkan sistem ekonomi nasional yang berkiblat pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 secara konsisten.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat berpidato dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saya ingin tegaskan hari ini, keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945, kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak,” ucapnya.
Di hadapan jajaran anggota legislatif dan pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir, Prabowo mengajak stakeholder bersama-sama membenahi karut-marut perekonomian nasional.
Ia menekankan eksekutif dan legislatif harus memiliki nyali yang sama dalam mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan segala bentuk kekurangan di lapangan.
“Saya merasa hari ini harus saya sampaikan dari eksekutif kepada legislatif, dihadiri oleh pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara. Marilah kita berani untuk menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan, atau kekurangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini memaparkan ekspektasi masyarakat Indonesia sebenarnya sangat mendasar.
Rakyat tidak menuntut kemewahan yang berlebihan, melainkan kepastian terpenuhinya kebutuhan pokok sehari-hari, seperti pangan, fasilitas kesehatan, dan akses pendidikan yang memadai.
“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa membeli susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit, atau bapak mereka sakit,” katanya.
DIa menambahkan mengenai potret impian konkret keluarga di Indonesia yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah saat ini.
“Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil kalkulasi dan evaluasi terhadap potensi riil kekayaan domestik, Presiden Prabowo menyatakan optimismenya bahwa target Indonesia maju bisa dicapai. Syarat mutlaknya adalah seluruh hasil bumi harus dikelola secara berdaulat untuk kepentingan publik, bukan segelintir kelompok.
“Untuk itu, menurut pendapat pemerintah dan saya yakin seluruh patriot Indonesia akan mendukung bahwa bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua,” tuturnya.
Prabowo menegaskan kemakmuran ekonomi harus berjalan beriringan dengan stabilitas sosial dan supremasi hukum yang bersih.
Ia menuntut adanya jaminan kesetaraan hukum, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan yang kerap kesulitan mendapat keadilan.
“Kita ingin melihat Indonesia yang setiap warga negaranya hidup rukun, damai, cukup sandang, pangan, dan papan. Kita ingin Indonesia yang ‘gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo’,” ujarnya.
“Negeri di mana hukum berlaku adil untuk semua, terutama menjamin keadilan bagi yang paling tidak berdaya. Jangan hukum yang adil hanya untuk mereka yang kuat dan mereka yang punya uang banyak,” tandasnya.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 14 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







