Progres Pengerjaan LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 92,76%

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:00 WIB
Suasana proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu(6/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Suasana proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu(6/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Progres pengerjaan Lintas Raya Terpadu  Jakarta (LRT) Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76%.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan sebagai kontraktor yang mengerjakan integrasi sipil, rel, sistem, dan operasi, perseroan menegaskan komitmen untuk mempercepat pengerjaan dengan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," terangnya di Jakarta.

Pihaknya bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai beberapa waktu lalu.

Salah satunya melaksanakan tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

"Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urban constraint) yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem keamanan dan sistem kerja, kami melihat ini sebagai constraint (hambatan) yang harus dikelola, bukan dihindari," paparnya. 

Dalam pelaksanaan tes jalur lintasan, lanjut Paulus, salah satu area yang dilintasi yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.

Maka demi menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol itu agar tidak terganggu selama masa konstruksi, perseroan berinovasi menggunakan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter. Demikian pula survei monitoring dan chamber juga dilaksanakan secara berkala setiap hari.

Tim di lapangan juga memasang jaring pengaman pada sekeliling segmen girder balance. Berkat sejumlah langkah tersebut, Waskita berhasil mencapai zero accident (nol kecelakaan) dalam proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta 1B.

"Perlintasan Wiyoto-Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu. Maka, keberhasilan ini menandakan kemajuan konstruksi Indonesia yang dapat meramu moda transportasi umum berdampingan dengan jalur aktif eksisting di tengah kepadatan aktivitas Jakarta," jelasnya dilansir Antara, Rabu (20/5/2026).

Koordinasi dengan Jakpro sebagai pemilik proyek pun terus diperkuat, sehingga rangkaian T&C bisa berjalan lancar. Tahapan ini penting karena bertujuan memastikan sejauh mana kesiapan sistem LRT Jakarta untuk membawa puluhan ribu penumpang setiap harinya.

Dari hasil tes lintasan menunjukkan kereta mampu berjalan secara lancar dari Velodrome sampai Pasar Pramuka, menggunakan tenaga listrik penuh.

"Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan. Seperti prinsip Jakpro yang selalu mengutamakan keberlanjutan dalam setiap proyeksinya, train run ini juga akan menjadi evaluasi internal guna mempersiapkan langkah pengujian selanjutnya," tukasnya. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: