Perkuat Pencegahan Fraud, BPJS Kesehatan Teken Pakta Integritas

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB
Kartu BPJS Kesehatan. (BeritaNasional/BPJS Kesehatan)
Kartu BPJS Kesehatan. (BeritaNasional/BPJS Kesehatan)

BeritaNasional.com -  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan penandatanganan pakta integritas bersama 258 fasilitas kesehatan mitra. Kesepakatan penandatanganan ini bertujuan menguatkan pencegahan tindak kecurangan (fraud) pembiayaan layanan kesehatan melalui .

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan hal ini dilakukan serentak bersama 258 fasilitas kesehatan, terdiri dari 165 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 43 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), 35 cathlab, 10 layanan radioterapi, dan lima layanan radio nuklir.

“Semoga ke depan tidak terulang hal-hal yang terindikasi kelebihan pembiayaan karena penyimpangan-penyimpangan. Komitmen anti-fraud ini sangat penting,” ujarnya di Bandung Jawa Barat. 

Ia menerangkan dalam kerja sama tersebut juga terdapat sejumlah rumah sakit yang sebelumnya sempat terputus kerja samanya, namun kini kembali menjalin kemitraan setelah menyelesaikan kewajiban serta melakukan sejumlah perbaikan.

“Dalam masa tertentu kami melakukan pembaruan kerja sama pada kesempatan hari ini,” ujarnya.

Ia berharap melalui penguatan komitmen anti-fraud tersebut tidak kembali terjadi indikasi kelebihan pembiayaan akibat berbagai penyimpangan dalam layanan kesehatan.

Ia menjelaskan penguatan upaya pencegahan kecurangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.

Pada 2025, BPJS Kesehatan berhasil melakukan efisiensi melalui penguatan pencegahan fraud sebesar Rp6,5 triliun atau sekitar 3,4 persen dari total biaya pelayanan kesehatan.

Menurutnya, efisiensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dalam memastikan dana gotong royong peserta dimanfaatkan secara optimal.

“Angka tersebut bukan sekadar penghematan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kita untuk memastikan dana gotong royong peserta digunakan secara optimal," imbuhnya dilansir Antara, Rabu (20/5/2026). (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: