Diperiksa Polda Metro Jaya soal Pura-pura Jadi Korban Begal, Begini Tampang Ansy Jan De Vries

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:36 WIB
Model Ansy Jan De Vries (kanan). (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Model Ansy Jan De Vries (kanan). (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - Sosok model wanita Ansy Jan De Vries telah selesai diperiksa oleh penyelidik Polda Metro Jaya terkait pengakuan sebagai korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), Kamis (21/5/2026).

Setelah keluar dari ruang pemeriksaan Direktorat Siber Polda Metro Jaya, Ansy terlihat sedih saat dihampiri awak media.

Dengan mengenakan hoodie biru dan celana cokelat didampingi kerabat, ia memilih tak berkomentar saat ditanya awak media.

“Nggak mau, nggak mau,” kata Ansy saat ditemui di Gedung Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Tak lama berdiri di depan para awak media, Ansy mendadak menangis tersedu-sedu sebelum akhirnya dituntun masuk mobil oleh keluarganya yang ikut mendampingi pemeriksaan.

Agenda pemeriksaan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Dia mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai wujud klarifikasi atas kabar yang sempat viral di media sosial.

“Iya di siber dalam rangka penjelasan yang bersangkutan,” ujar Budi.

Motif Iseng

Sebelumnya, teka-teki kejadian begal yang menimpa model Ansy Jan De Vries akhirnya terjawab setelah Polda Metro Jaya bersama jajaran menyelidiki kabar yang sempat viral di media sosial tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan, dari hasil penyelidikan, Ansy Jan De Vries bukan korban begal.

Kabar itu diduga sengaja dibuat dengan mengaku sebagai korban begal.

"Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya," kata Budi saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (21/5/2026).

Kepastian itu diketahui setelah jajaran Polda Metro Jaya melalui Direktorat PPA dan PPO bersama Satres PPA PPO Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, didampingi UPT P3A dan Psikologi, dan Dokkes mendatangi Ansy Jan De Vries untuk meminta keterangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan model tersebut membuat kabar tidak benar hanya karena iseng. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Ansy Jan De Vries bukan korban kejahatan atau begal.

"Apa motifnya, yang pertama karena iseng, kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi tadi siang dan sudah dilakukan pendalaman. Jadi, kita putuskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," ungkapnya.

Selain itu, Budi menyampaikan, dari hasil klarifikasi terhadap Rumah Sakit (RS) Sumber Waras Jakarta Barat yang juga telah memberikan penjelasan terbuka, pihaknya tidak pernah menerima pasien atas nama model tersebut.

"Tidak ada nama Saudari AWS (Ansy) selama satu bulan terakhir di bulan ini," ucap Budi.

Atas temuan fakta ini, Budi mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media sosial. Ia mengimbau agar tidak membuat sebuah berita menyesatkan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

"Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan dan kami putuskan, simpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban suatu peristiwa pidana," papar Budi. 

Klarifikasi RS Sumber Waras

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Sumber Waras membantah sempat merawat Model Ansy Jan De Vries yang sempat dikabarkan menjadi korban pembegalan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar).

Legal RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, menyampaikan nama Ansy Jan De Vries tidak ditemukan dalam data pasien rawat jalan maupun rawat inap. Penjelasan ini sebagai tanggapan atas kabar beredar di media sosial (medsos).

“Pasien yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut tidak ada dalam data pasien yang sedang berobat ataupun yang telah berobat di Rumah Sakit Sumber Waras,” kata Tri yang dikutip pada Rabu (20/5/2026).

Kabar ini berawal dari kejadian seorang model wanita menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Insiden itu terjadi saat korban sedang menaiki ojek online (ojol) lalu dibacok oleh orang tidak dikenal (OTK).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: