Kala Menteri Dikhianati, Bikin Progres Pembangunan SR Lambat tak Sesuai Target

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:18 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo.(BeritaNasional/dok KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo.(BeritaNasional/dok KemenPU)

BeritaNasional.com -  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah tidak semulus seperti yang diharapkannya. Dody bahkan menyebut proyek prioritas pemerintah ini setengah mangkrak akibat ada pihak-pihak yang masih mencari kesempatan melakukan tindakan tidak terpuji. 

"Sayangnya teman-teman saya di Kementerian PU pikirannya lain. Masih mencoba melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terpuji di awal-awal pembangunan Sekolah Rakyat. Sehingga kemudian proyek ini boleh saya bilang setengah mangkrak," ungkapnya. 

Ia juga menceritakan telah memberikan peringatan sejak awal namun hal itu tidak pernah diindahkan. Ujungnya benar saja, banyak pembangunan gedung SR yang tidak sesuai seperti yang diintruksikan, salah satunya yang fatal yakni kontrak pembangunan yang memakan waktu lebih lama.

"Saya sudah ingatkan dari awal-awal tahun tapi tidak pernah dihiraukan.  Adik-adik harus masuk di tahun ajaran baru, which is kapan? Juli 2026. Berarti bangunan harus siap di Juni 2026. Tapi apa? Kontrak pembangunannya itu ada yang di Juli, selesainya di Juli. Bahkan ada yang selesainya di Oktober," tegasnya, Jumat (22/5/2026) di Jakarta.

Hal itu membuat pria asal Jawa Timur ini naik pitam. Ia merasa dikhianati oleh orang yang sangat dipercayai, yakni teman masa kecilnya.

"Yang mengerjakan jagoannya itu teman sekolah saya. Teman sekolah! Teman main dari kecil. Dia jagoan sekali di Prasarana Strategis. Dulu jagoan di Cipta Karya, sekarang pindah ke Prasarana Strategis. Ya bagaimana?" ungkapnya sedih. 

Ia kemudian menyampaikan tentang adanya deep state atau jaringan kekuasaan tersembunyi yang tidak sejalan dengan pemerintah pada institusi yang dipimpinnya.

"Saya harus mengatakan bahwa yang selama ini didengung-dengungkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto ada deep state di Kementerian PU, ya memang ada. Deep state itu saya padukan supaya gampang saya menjelaskannya kayak rayap. Rayap di dalam kayu-kayu itu loh. Kan kayunya masih bagus. Coba kayunya disenggol dikit, pasti ambrol kan? Sama," cetusnya. 

Dody pun diberikan tugas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan Kementerian PU dari jaringan kekuasaan gelap tersebut. 

"Bagaimana cara menyelesaikannya? Ya di kayunya difumigasi. Kalau memang sudah parah ya kayunya diganti. Sudah gitu saja.

Itu sebabnya kemudian kenapa bolak-balik saya gonta-ganti Eselon 1, bolak-balik saya ganti Eselon 2, Eselon 3, kepala balai dan seterusnya. Kalau enggak, ya lu lagi lu lagi," tandasnya. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: