Wamen ESDM Pastikan Blackout Sumatera Bukan Unsur Kesengajaan, Dipicu Sambaran Petir

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 25 Mei 2026 | 15:52 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama jajaran kementeria ESDM mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama jajaran kementeria ESDM mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan, blackout atau mati lampu se-Pulau Sumatera karena kondisi alam. Ia membantah ada kesengajaan.

"Enggak, itu ya tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Yuliot menjelaskan, blackout di Sumatera karena disebabkan jaringan transmisi di Merangin, Jambi tersambar petir.

"Dengan ada sambar petir tersebut, itu kan berdampak terhadap kestabilan sistem," ujarnya.

Karena kerusakan transmisi itu, membuat listrik di Sumatera padam. Apalagi daya di Sumatera bagian utara juga dialirkan dari selatan.

"Pada saat itu ada kejadian jadi sehingga seluruh sistem itu ada ini terjadi blackout," jelas Yuliot.

Kemudian, saat terjadi sistem mati, harus dihidupkan satu persatu dan memakan waktu yang lama. Prosesnya adalah dari menghidupkan kembali PLTA, Geothermal, serta PLTD, dan gas.

"Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam," jelas Yuliot.

Kementerian ESDM langsung menurunkan tim ke lapangan. Saat ini, Yuliot jamin sudah pulih 100 persen.

"Kita lakukan kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan, untuk mengecek, itu alhamdulillah dalam jangka waktu yang ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa pulih 100 persen," ujar Yuliot.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: