39 Ribu Lebih Penerima KIP Kuliah Lolos SNBT 2026, Ini 10 Kampus PTN Penerima Terbanyak
BeritaNasional.com - Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, sebanyak 39.662 dari 86.118 pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinyatakan layak menerima bantuan. Hal ini akibat dari penerapan indikator kesejahteraan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Sandro Mihradi menjelaskan bahwa seleksi yang lebih akurat ini didorong oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 agar penyaluran bantuan sosial, termasuk pendidikan, jauh lebih efektif dan akuntabel.
"Ini yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana memang DTSEN ini yang resmi menggantikan DTKS sebagai acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial. Jadi, KIP Kuliah itu merupakan bagian dari bantuan sosial yang diberikan oleh negara," kata Sandro dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Sandro menjelaskan, landasan operasional dari penyaluran bantuan yang tepat guna ini diatur secara lebih spesifik melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 2 Tahun 2026.
"Nantinya KIP Kuliah itu diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori kesejahteraan mulai dari sangat miskin sampai dengan rentan miskin, atau kalau kita boleh buat ekuivalensinya itu dari desil 1, 2, 3, dan 4," jelasnya.
Namun demikian, kata dia, dari total 46.456 pendaftar yang dinyatakan belum memenuhi kriteria kelayakan tersebut, masih terdapat 2.656 mahasiswa yang datanya belum tercatat di dalam desil kesejahteraan DTSEN.
Guna menjamin agar hak bantuan tersebut tidak terlewatkan, ribuan mahasiswa yang belum masuk dalam sistem desil tersebut akan langsung diverifikasi dan divalidasi oleh pihak kampus untuk diusulkan menjadi penerima KIP Kuliah.
Sementara itu, bagi pendaftar yang memang dinyatakan tidak memenuhi kriteria penerima bansos versi DTSEN, Kemdiktisaintek juga memastikan pendidikan mereka tetap terjamin melalui langkah afirmatif dari masing-masing perguruan tinggi.
"Untuk itu, kami juga mendorong nantinya masing-masing perguruan tinggi, sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi untuk bisa menetapkan kepada mereka kategori UKT 1 atau UKT 2 dan juga mengupayakan pembiayaan beasiswa lainnya," terang Sandro.
Sementara itu, pada SNBT 2026, Universitas Negeri Surabaya adalah PTN dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak yakni 3.107 calon mahasiswa, disusul Universitas Negeri Medan dengan 3.060 calon mahasiswa. Sementara dari PTN Vokasi, Politeknik Negeri Lampung menerima pendaftar KIP terbanyak dengan 1.028 calon mahasiswa, disusul Politeknik Negeri Jember dengan 927 calon mahasiswa.
Berikut adalah 10 PTN dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak:
- Universitas Negeri Surabaya: 3.107 calon mahasiswa
- Universitas Negeri Medan: 3.060 calon mahasiswa
- Universitas Negeri Padang: 2.705 calon mahasiswa
- Universitas Negeri Makassar: 2.576 calon mahasiswa
- Universitas Lampung: 2.209 calon mahasiswa
- Universitas Nusa Cendana: 1.959 calon mahasiswa
- Universitas Tadulako: 1.946 calon mahasiswa
- Universitas Negeri Malang: 1.905 calon mahasiswa
- Universitas Pendidikan Indonesia: 1.887 calon mahasiswa
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: 1.736 calon mahasiswa.
Sumber: Antara
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 19 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






