AS Sebut Operasi Militer di Iran Selatan sebagai Serangan Bela Diri

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 26 Mei 2026 | 11:45 WIB
Ilustrasi serangan AS di Iran Selatan. (Foto/X @CENTCOM)
Ilustrasi serangan AS di Iran Selatan. (Foto/X @CENTCOM)

BeritaNasional.com - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi “bela diri” di wilayah selatan Iran pada Senin waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran di sekitar Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman yang dinilai berasal dari militer Iran.

“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” ujar juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins dikutip dari Fox News, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan target operasi meliputi lokasi peluncuran rudal serta kapal-kapal Iran yang disebut tengah berupaya memasang ranjau di kawasan perairan strategis tersebut.

“Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” lanjut Hawkins.

Menurut seorang pejabat senior AS, dua kapal milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terdeteksi sedang memasang ranjau di Selat Hormuz. Selain itu, pasukan AS juga merespons setelah sebuah lokasi rudal Iran dilaporkan membidik pesawat tempur Amerika.

Militer AS kemudian menghancurkan dua kapal IRGC tersebut dan menyerang lokasi rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile/SAM) di Bandar Abbas, Iran selatan.

“Ini adalah serangan defensif,” kata pejabat AS tersebut.

Dua sumber lain menyebut serangan itu tidak menandakan berakhirnya gencatan senjata yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Pada hari yang sama, sejumlah ledakan terdengar di beberapa wilayah di sekitar Selat Hormuz. Salah satu ledakan dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, sementara ledakan lainnya terdengar di dekat Sirik dan Jask yang berada di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut.

Pejabat AS juga mengonfirmasi operasi militer tersebut telah dihentikan sementara.

“Serangan AS telah berakhir untuk saat ini,” ujar pejabat itu.

Sumber: Foxnewssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: