Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi Hewan Kurban Idul Adha 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 27 Mei 2026 | 08:44 WIB
Petugas kesehatan hewan dari dinas pertanian memeriksa kesehatan sapi di CV Puput Bersaudara, Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Petugas kesehatan hewan dari dinas pertanian memeriksa kesehatan sapi di CV Puput Bersaudara, Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta menerjunkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal untuk mengawasi pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di seluruh wilayah Ibu Kota, termasuk Kepulauan Seribu.

Para petugas tersebut dilepas Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026).

Adapun pengawasan dilakukan mulai dari distribusi, penjualan, penampungan, pemeriksaan kesehatan, hingga pemotongan hewan kurban.

“Tadi saya mendapat informasi ada sekitar 68 ribu hewan kurban yang akan disembelih dalam waktu tiga hari. Ini luar biasa, sehingga pengawasannya harus jauh lebih ketat,” kata Rano.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak sebelum penyembelihan (antemortem) hingga setelah pemotongan (postmortem) untuk memastikan daging kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

“Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH,” ujar Rano.

Rano menegaskan Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan sesuai standar kesehatan dan syariat.

Selain pengawasan, Pemprov DKI Jakarta tahun ini menyalurkan lebih banyak hewan kurban dibanding tahun lalu.

“Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI,” ungkapnya.

Terkait limbah kurban, Rano memastikan pengawasan dilakukan di lokasi pemotongan agar tidak dibuang sembarangan ke saluran air maupun sungai.

“Biasanya setelah penyembelihan dibuat lubang untuk menampung darah. Untuk limbah organ hewan umumnya dikubur di tempat pembuangan limbah. Pengawasan pasti ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pengawasan sudah dilakukan sejak sebelum Iduladha dengan berkoordinasi bersama daerah pemasok hewan kurban.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya,” ujarnya.

Hasudungan menyebut pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 458 sampel darah hewan kurban serta sampel tanah di lokasi penjualan untuk memastikan bebas antraks.

Ia mengatakan saat ini Jakarta memiliki 484 juru sembelih halal dan tahun ini Dinas KPKP menambah pelatihan bagi 80 orang.

“Para petugas akan disebar ke enam wilayah hingga Kepulauan Seribu. Tahun ini kami menargetkan pemeriksaan di 892 lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh Jakarta,” kata Hasudungan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: