Kemenhaj: Fase Mina Hari Tasyrik Ketiga Berjalan Lancar dan Terkendali

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 06:43 WIB
Fase Mina Hari Tasyrik Ketiga Berjalan Lancar dan Terkendali. (Foto/Kemenhaj)
Fase Mina Hari Tasyrik Ketiga Berjalan Lancar dan Terkendali. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan pelaksanaan fase Mina pada hari Tasyrik ketiga, Sabtu (30/5/2026), bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H, berlangsung lancar dan terkendali. Fase ini menjadi bagian dari rangkaian puncak ibadah haji setelah jemaah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan mabit di Mina.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan hingga saat ini pelaksanaan Armuzna berjalan dengan tertib berkat kedisiplinan jemaah dan dukungan petugas di lapangan.

“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,” ujar Ichsan dikutip, Minggu (31/5/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, dan melaksanakan pergerakan menuju Jamarat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama fase Mina berlangsung.

Pada hari Tasyrik ketiga, jemaah yang mengambil Nafar Tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengingatkan agar jemaah mematuhi jadwal lontar yang telah ditentukan bagi masing-masing kloter guna menghindari kepadatan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah,” kata Ichsan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap jadwal tersebut penting untuk memastikan proses perpindahan jemaah dari Mina menuju Makkah berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi dengan baik.

Untuk mendukung kelancaran layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina yang ditempatkan di berbagai titik strategis. Petugas bertugas melakukan pengawasan, pengaturan arus jemaah, serta memberikan respons cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan.

Pos pemantauan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, di antaranya Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, serta beberapa titik pengarah pergerakan menuju Jamarat dan jalur kepulangan jemaah.

“Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” jelas Ichsan.

Sejak Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah yang mengambil Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju Makkah untuk kembali ke hotel masing-masing. Kemenhaj memperkirakan lalu lintas menuju hotel masih cukup padat dan tidak menutup kemungkinan terjadi pengalihan jalur transportasi.

“Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel. Kami mengupayakan jemaah dapat diturunkan di depan hotel. Namun, apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel. Kami mohon pengertian dan dukungan jemaah,” ujar Ichsan.

Selain itu, Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca di Mina pada siang hari masih cukup panas. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Kemenhaj meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk saling membantu selama proses ibadah berlangsung.

“Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutup Ichsan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: