Jangan Sepelekan, Ini Langkah Penanganan Luka

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 09 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi penanganan luka (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi penanganan luka (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Kecelakaan yang mengakibatkan luka berdarah di kulit terkadang dianggap sepele apalagi bila luka yang ditumbulkan itu kecil. Padahal dari jaringan yang luka atau robek tersebut menjadi jalan masuk kuman atau bakteri menginfeksi kulit.

Luka sekecil apa pun sebaiknya segera ditangani. Namun rasa perih menyengat kerap menjadi alasan banyak orang menunda mengobati luka. Rasa tidak nyaman ini sering kali bukan disebabkan oleh lukanya sendiri, melainkan akibat formula pembersih yang terlalu keras yang digunakan 

Agar tidak dihantui rasa perih penting untuk memilih formula obat atau pembersih aagr luka segera terobati. Berikut ulasan singkatnya dilansit dari laman Halodoc. 

Alkohol

Meski ampuh melumpuhkan kuman di permukaan benda mati (sebagai disinfektan), alkohol sangat tidak disarankan untuk membasuh luka terbuka. Cairan ini dapat merusak jaringan sehat di sekitar luka dan membuat proses pemulihan berjalan jauh lebih lambat.

Hidrogen Peroksida 

Cairan yang identik dengan efek busa putih ini kerap memicu kontroversi dalam dunia medis. Hidrogen peroksida 3% memiliki sifat sitotoksik, artinya senyawa ini dapat merusak sel-sel baru yang sedang berusaha memperbaiki luka. Demi keamanan, hindari penggunaan cairan ini untuk pertolongan pertama di rumah.

Povidone Iodine

 Cairan berwarna cokelat ini memang sangat populer dan efektif membasmi berbagai bakteri, termasuk Staphylococcus aureus. Sayangnya, penggunaan povidone iodine kini mulai dikurangi. Sifatnya yang sitotoksik dan memicu iritasi sering kali menimbulkan sensasi terbakar yang perih, serta berpotensi meninggalkan bekas kehitaman pada kulit.

Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) 

Jika kamu mencari solusi yang efektif sekaligus nyaman, PHMB adalah jawabannya. Antiseptik modern ini bekerja optimal melawan kuman penyebab infeksi tanpa merusak jaringan kulit. Keunggulan utamanya adalah tidak menimbulkan rasa perih, bahkan dalam beberapa kondisi, PHMB dapat membantu meredakan rasa nyeri pada area yang terluka.

 

Panduan Merawat Luka di Rumah

1. Bersihkan Area Luka dengan Cermat

Bilas luka terlebih dahulu untuk mengangkat kotoran yang menempel. Gunakan cairan antiseptik yang ramah di kulit. Memilih antiseptik berbahan dasar PHMB sangat direkomendasikan karena efektif menyembuhkan tanpa memberikan efek perih yang mengganggu kenyamanan Anda.

2. Hentikan Perdarahan

Jika luka masih mengeluarkan darah, ambil kain kasa steril. Tekan area luka secara lembut dan perlahan selama beberapa saat hingga darah benar-benar berhenti mengalir.

3. Tutup Luka untuk Menjaga Kelembapan

Setelah bersih dan kering, lindungi luka menggunakan perban atau plester yang sesuai. Menutup luka bukan sekadar menghalau bakteri dan debu, tetapi juga untuk menjaga tingkat kelembapan ideal yang dibutuhkan kulit untuk memulihkan diri secara mandiri.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: