3 Pelaku Pengeroyokan di Westown Ditangkap, Pendorong Korban Masih Buron

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi penangkapan tersangka. (Foto/Freepik)
Ilustrasi penangkapan tersangka. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Polisi menangkap tiga dari delapan pelaku diduga terlibat aksi pengeroyokan terhadap DM (29) yang sempat ramai setelah dilempar dari lantai dua tempat hiburan daerah Pasar Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

“Kami berhasil mengamankan tiga dari delapan pelaku yang sudah teridentifikasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Ketiga pelaku yang ditangkap inisial NA, AE, dan MLS, dua diantaranya masih berstatus anak di bawah umur ditangkap di Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten, serta satu pelaku diserahkan langsung oleh keluarganya kepada polisi.

Meski sudah ada tiga pelaku yang ditangkap, Alexander memastikan perburuan pelaku lainnya masih terus dilakukan berhenti. Sebab pelaku diduga mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua masih buron.

“Dari delapan pelaku yang sudah kami identifikasi, tiga ini pelaku pengeroyokan yang memukul korban. Tapi bukan pelaku yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua. Saat ini kami masih mencari pelaku tersebut,” katanya.

“Pelaku sempat menginformasikan ke teman-temannya, jangan sampai ada yang membocorkan saya ada di mana. Kalau tidak saya cari kalian,” sambung dia.

Adapun untuk kronologi kejadian pengeroyokan ini terjadi, Minggu, (10/5/2026) sekira pukul 02.00 dini hari. Saat itu korban dan para pelaku diketahui sedang berada di tempat hiburan Westown sambil minum minuman keras (miras)

Dalam kondisi mabuk, korban dan para pelaku terlibat cekcok, akibat salah paham saat di lokasi. Keributan berlanjut antara korban dengan para pelaku yang tidak saling kenal, saat turun menuju tangga. 

“Korban dan pelaku tidak saling kenal. Awalnya hanya selisih paham ketika mengonsumsi minuman beralkohol,” ujar Alexander.

Sampai akhirnya korban diduga memiting salah satu rekan pelaku yang semakin membuat kisruh. Disusul para pelaku yang naik pitam hingga mengeroyok korban sebagai bentuk balas dendam hingga diduga sengaja dijatuhkan dari lantai dua.

“Motifnya karena ingin membalas dendam melihat temannya dipiting oleh korban. Menurut keterangan pelaku yang sekaligus menjadi saksi, korban memang sengaja dijatuhkan oleh pelaku,” tegasnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah koma empat hari selama menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan intensif.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: