Ini Alasan Polisi Tidak Mengizinkan Massa Mahasiswa Menuju Bundaran HI

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 12 Juni 2026 | 19:10 WIB
Bundaran Hotel Indonesia.  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Bundaran Hotel Indonesia. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Polisi telah menyekat gelombang massa aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai universitas yang hendak menuju area Bundaran Hotel İndonesia (HI), dengan membuat barikade di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat (Jakpus).

Dari pantauan di lapangan, massa turut tertahan di jalan Sudirman arah Bundaran HI, hal itu membuat arus lalu lintas di jalan tersebut terpaksa dialihkan ke Jalan Galunggung dan jalan RM Margono Djojohadikusumo.

“Kami dari Polda Metro Jaya ingin menyampaikan situasi terkini pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa, lebih kurang 1.000 massa yang saat ini berada di Dukuh Atas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada awak media.

Sementara untuk alasan aparat kepolisian menyekat masa mahasiswa ke titik Bundaran HI, karena sesuai Peraturan Gubernur DKI Nomor 232 Tahun 2015 wilayah tersebut merupakan project perputaran bisnis, lokasi bisnis, dan jantung lalu lintas Jakarta.

“Sehingga apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di tempat-tempat yang saya sampaikan tadi, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri,” kata dia.

“Apabila kemacetan lumpuh jalan di Jakarta, ini berdampak kepada kemacetan arus lalu lintas lain, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya terganggu. Ini yang kami harus sampaikan kepada masyarakat dan khususnya kepada adik-adik mahasiswa,” tambah dia.

Maka dari itu, kepolisian sedianya telah meminta massa agar menyampaikan pendapat di depan DPR/MPR maupun Jalan Medan Merdeka Selatan. Agar aspirasi tetap tersampaikan dengan baik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Penyampaian aspirasi juga tetap tersampaikan dengan baik tetapi kepentingan masyarakat juga harus bisa diakomodir, dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan harapan dari masyarakat,” tuturnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: