Kemendag Petakan 2.616 Desa Berpotensi Ekspor

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 06 Juli 2026 | 05:30 WIB
Ilustrasi desa tambak ikan (Foto/Pixabay)
Ilustrasi desa tambak ikan (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memetakan sebanyak 2.616 desa di berbagai daerah sebagai bagian dari Program Desa Bisa Ekspor untuk memperluas basis pelaku ekspor nasional. Ini juga untuk mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria mengatakan, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor sejak dari daerah dengan memetakan potensi setiap desa.

"Banyak produk primer dibuat di desa. Maka Kementerian Desa melakukan kegiatan yang namanya Desa Bisa Ekspor," kata Ari di Jakarta.

Ari mengatakan, desa-desa yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya. Ini guna mempermudah pendampingan yang diberikan, agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Saat ini ada 2.616 desa di seluruh Indonesia yang sudah kita identifikasi. Kita klasterkan mana yang benar-benar siap ekspor, mana yang punya potensi ekspor, jadi produknya sebenarnya potensial namun perlu dikembangkan lagi," katanya.

Selain melakukan pemetaan, Kemendag juga memfasilitasi pelaku UMKM agar tidak harus langsung berhadapan dengan pembeli luar negeri pada tahap awal.

Pemerintah mempertemukan mereka dengan agregator atau off-taker yang dapat membantu proses pembinaan hingga pemasaran produk agar mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor yang diterapkan negara tujuan.

Menurut dia, pelaku usaha harus memahami berbagai ketentuan. Mulai dari sertifikasi keamanan pangan, sertifikat halal, hingga standar lain yang dipersyaratkan masing-masing negara tujuan.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM. Selain itu juga memperkuat kesiapan produk sebelum memasuki pasar ekspor.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: