Prabowo Larang PT PAL, Pindad, PTDI, hingga Garuda Indonesia Dijual ke Asing

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 10 Juli 2026 | 18:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026). (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026). (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah membatalkan rencana penjualan sejumlah BUMN strategis kepada pihak asing.

Menurut Prabowo, perusahaan-perusahaan tersebut kini justru diperkuat untuk mendukung kemandirian industri nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing, saya larang," kata Prabowo.

Ia kemudian menyebut sejumlah perusahaan yang menurutnya sempat akan dilepas, tetapi kini diputuskan untuk dibangkitkan kembali.

"Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI mau dijual, kita bangkitkan," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat perusahaan-perusahaan strategis tersebut.

"Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," tegasnya.

Menurut Prabowo, hasil pembenahan mulai terlihat. Ia menyebut PT PAL kini telah mampu memproduksi berbagai alat utama sistem senjata (alutsista).

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," ucap Prabowo.

"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," tambah dia.

Selain industri pertahanan, Prabowo mengatakan Garuda Indonesia juga batal dijual dan mulai menunjukkan perbaikan kinerja.

"Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi," tandas Prabowo.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: