Trump Berlakukan Tarif Baru, Pimpinan DPR Dorong Diplomasi Perdagangan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 03 April 2025 | 19:05 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (BeritaNasional/Oke Atmaja).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (BeritaNasional/Oke Atmaja).

BeritaNasional.com -  Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai, Indonesia perlu melakukan diplomasi perdagangan yang baik dengan Amerika Serikat (AS). Sebab AS merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam merespon kebijakan tarif baru yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

"AS adalah mitra dagang penting untuk Indonesia. Kita harus melaksanakan diplomasi perdagangan dengan baik," ujar Dasco kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).

Dasco juga mengingatkan agar Indonesia tidak menjadi tempat pembuangan bagi produk negara lain karena imbas kebijakan tarif AS.

Apabila tidak berhati-hati, akan berbahaya bagi industri di Indonesia dan program hilirisasi.

"Tetapi, juga penting memperhatikan jangan sampai Indonesia menjadi sasaran tempat pembuangan barang barang produk negara lain yang tidak bisa dipasarkan di AS," jelas Dasco. 

"Ini sangat berbahaya untuk produk industri Indonesia, dan bisa menggagalkan proses hilirisasi kita," imbuhnya.

Dasco juga mengajak semua pihak menjaga kepentingan nasional di tengah tarif baru yang diberlakukan Trump.

"Kita musti juga bersama kepentingan nasional ini bersama antara pemerintah, swasta, legislatif, dan penegak hukum," kata ketua harian Gerindra ini.

Diberitakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10% ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut.

Menurut unggahan Gedung Putih di Instagram, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32%.

Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing penaikan tarif 24%, 49%, 46% dan 36%.

Dilansir dari Kyodo, Trump mengatakan, tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai "Hari Pembebasan" bagi negaranya.

Ia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa Amerika Serikat telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: