Tarif Transjakarta Bakal Naik, Pramono: Usulannya Rp5-7 Ribu

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:37 WIB
Bus Transjakarta melintasi jalur busway Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Kamis(16/10/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Bus Transjakarta melintasi jalur busway Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Kamis(16/10/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sinyal kuat akan menaikkan tarif Transjakarta dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil karena beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah dinilai sudah terlalu tinggi, yakni lebih dari Rp9.000 per penumpang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, saat ini pihaknya tengah finalisasi kajian untuk menentukan besaran tarif baru Transjakarta yang tetap terjangkau bagi masyarakat namun tidak membebani keuangan daerah.

“Jadi kami sedang memfinalkan untuk itu (tarif Transjakarta),” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Rabu (30/10/2025).

Menurut Pramono, nilai keekonomian atau tarif tanpa subsidi Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang. 

Dengan tarif yang berlaku saat ini senilai Rp3.500, pemerintah Jakarta harus menanggung subsidi sekitar Rp9.700 per penumpang.

Ia menegaskan, kondisi fiskal Jakarta tidak memungkinkan untuk terus menanggung subsidi senilai tersebut, terlebih setelah pemerintah pusat memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD).

"Maka untuk itu kami akan melakukan penyesuaian tetapi tidak memberatkan kepada 15 golongan. Karena 15 golongan itu kan tetap gratis, sehingga mereka tetap kita proteksi,” terangnya.

Lebih lanjut, Pramono menyebu telah menampung berbagai usulan masyarakat mengenai tarif ideal bus Transjakarta.

Dari hasil pemantauan di media sosial, mayoritas masyarakat menilai tarif yang wajar berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000.

“Saya juga mendengar, rata-rata mereka mengusulkan, di media saya itu antara Rp5.000 sampai Rp7.000," jelas Pramono.

"Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,” tambah dia menandasi.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: