Momen Langka, Ariel hingga Fadly Padi Nyanyi saat Bahas RUU Hak Cipta di DPR

Oleh: Kiswondari
Selasa, 11 November 2025 | 16:30 WIB
Momen langka, Ariel hingga Fadly Padi nyanyi saat bahas RUU Hak Cipta di DPR. (Foto/YouTube DPR RI)
Momen langka, Ariel hingga Fadly Padi nyanyi saat bahas RUU Hak Cipta di DPR. (Foto/YouTube DPR RI)

BeritaNasional.com - Momen langka terjadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Badan Legislasi (Baleg) DPR, di mana empat penyanyi legendaris Indonesia yakni Ariel Noah, Vina Panduwinata, Judika dan Fadly Padi bernyanyi di tengah-tengah rapat yang membahas revisi Undang-Undang tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta). Keempat penyanyi ini menyumbangkan suaranya atas permintaan anggota Baleg DPR saat mereka sedang menyampaikan masukan terkait RUU itu. 

Pertama yang menyanyi adalah Ariel Noah, Ariel datang ke RDP selaku pimpinan Vibrasi Suara Indonesia (VISI). Sebelum ia menyampaikan pendapatnya. Tiba-tiba Ketua Baleg DPR Bob Hasan meminta Ariel bernyanyi atas permintaan anggota Balage DPR.

"Permintaan Bapak, Ibu Baleg, Mas Ariel satu bait lagu lah, satu bait lagu.  Silahkan dulu mas ariel, silahkan Mas engga apa-apa.. Supaya ruangan ini rileks Mas, enggak kaku, silahkan Mas Ariel," kata Bob saat RDP dengan tiga asosiasi, yakni Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), VISI, dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) di Ruang Rapat Baleg, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Ariel awalnya menolak karena sudah dua tahun vakum dari menyanyi, khawatir teknik suaranya tidak baik. 

"Saya lumayan liburan dua tahun enggak nyanyi, Mas Once sebenernya. Tapi enggak apa-apa.. mungkin ada sisa sedikit skillnya," kata Ariel.

Namun akhirnya Ariel menyanyikan lagu Noah yang berjudul "Separuh Aku". "Dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu.. Karena separuh aku dirimu..". Ariel pun mendapatkan tepuk tangan meriah dari anggota Baleg DPR dan semua yang ada di ruang rapat.

Giliran diva Indonesia, Vina Panduwinata. Sebelum ia mulai menyampaikan pandangannya, tiba-tiba ada celetukan yang ingin Vina menyanyikan lagunya yang berjudul "Burung Camar". 

"Burung Camar dulu," bunyi celetukan itu. 

Lalu, Vina pun berkelakar bahwa dia sudah bukan lagi burung camar, melainkan sudah jadi burung garuda. 

"Aduh pak saya mah udah jadi burung garuda, udah gede, udah enggak burung camar lagi," kata perempuan yang akrab disapa Mama Ina itu sambil tertawa. 

Saat ia selesai, Mama Ina pun menanyakan apakah masih perlu ia menyanyi "Burung Camar" tapi ia berkelakar minta dibayar. 

"Jadi burung camarnya? Jadi nyanyinya? Bener ya Pak? Bayar Pak? Jadi bayarnya ke kang Iwan," kata Mama Ina disambut tawa. 

Kemudia, Vina pun menyumbangkan suara emasnya "Burung camar tinggi melayan, bersahutan di balik awan. Membawa jauh angan-anganku meniti buih, lalu hilang di lautan". Kemudian disambut tepuk tangan.

Setelah itu, giliran Judika yang ditodong mengeluarkan suara emasnya, meskipun agak ragu karena lagunya merupakan lagu galau.

"Lagu saya itu lagu galau semua," kata Judika.

"Tak pernahkan kau sadari, akulah yang kau sakiti. Engkau pergi dengan janjimu yang telah engkau ingkari. Oh tuhan tolonglah aku, hapuskan rasa cintaku. Akupun ingin bahagia, walau tak bersama dia". Lalu disambut riuh tepuk tangan. 

Lalu, Bob Hasan berkelaka bahwa "dia" dalam lagu Judika merujuk pada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Judika menjawab bahwa ia bahagia melihat orang lain bahagia saat ia bernyanyi, dan akan lebih bahagia jika dia mendapat haknya sebagai pencipta lagu.

"Saya pencipta, saya seneng liat semuanya happy, apalagi kalau saya dapat hak ekonomi saya," ucap Judika menimpali. 

Lalu saat Bob menawarkan Fadly Padi untuk berpendapat. Fadly justru dengan sukarela ingin menyumbangkan suaranya. 

"Saya nyanyi aja kali ya. Saya nyanyi buat untuk revisi UU Hak Cipta yang ideal bagi semua stakeholder dan shareholder, boleh ya.." kata Fadly. Kemudian Fadly menyanyikan lagu Padi yang berjudul "Begitu Indah".

"Terang saja, aku menantinya.. Terang saja, aku mendambanya.. Terang saja aku merindunya, karena dia, karena dia begitu indah", kemudian disambut tepuk tangan meriah.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: