Polisi Tetapkan Siswa Pelaku Ledakan SMAN 72 sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 11 November 2025 | 17:39 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers kasus ledakan SMAN 72 Jakarta. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers kasus ledakan SMAN 72 Jakarta. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Polisi telah menetapkan siswa berinisial F yang merupakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

"Dari hasil sidik sementara, anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH yang terlibat dalam ledakan merupakan siswa SMA aktif bertindak secara mandiri, tak berhubungan dengan jaringan teror tertentu," ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri pada Selasa (11/11/2025).

Penetapan ini dilakukan setelah petugas gabungan melangsungkan serangkaian penyidikan dengan total memeriksa 18 saksi hingga didapat latar belakang kehidupan siswa F.

“Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ABH yang terlibat anak yang tertutup kurang bergaul dan tertarik dengan konten kekerasan dan hal ekstrem,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto juga menyampaikan bahwa tindakan F diyakini murni dorongan diri sendiri dan bukan sebuah gerakan anti-Islam.

"Jadi, jangan sampai dipikirkan, oh, ini menjadi anti-Islam, terus ataupun ini memang perbuatan murni berangkat dari dirinya sendiri," ujar Budi kepada wartawan yang dikutip pada Selasa (11/11/2025).

Selain itu, Budi menyebutkan, sejauh ini, terduga pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut tidak berkaitan dengan kelompok atau jaringan teroris.

"Yang saya ketahui itu belum ada keterlibatan dengan kelompok lain, tetapi nanti secara pasti pada saat rilis akan disampaikan oleh Densus. Karena kemarin kan sudah saya sampaikan, Densus menganalisis tentang satu jaringan dan motif yang dilakukan," paparnya.

Meski begitu, Budi menegaskan temuan itu masih bersifat sementara sehingga Tim Densus 88 Antiteror Polri terus melakukan analisis. Budi menilai perbuatan pelaku diduga didorong oleh tekanan dari lingkungan sekitar.

"Ini yang membuat jadi akumulasi yang harus kita berempati, makanya kita harus menjaga," tandasnya.

Sekadar informasi, ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta dan area luar masjid. Kejadian ini menimbulkan kepanikan para siswa hingga berlarian keluar karena terjadi saat para siswa menjalani ibadah Salat Jumat.

Dari lokasi ledakan, ditemukan benda mirip senjata api yang ternyata mainan. Temuan itu masih terus didalami, termasuk tiga bom yang tidak meledak, sebagai petunjuk mengungkap kasus ledakan yang diduga pelakunya adalah siswa SMA tersebut.

Adapun, total 96 korban terdampak ledakan berdasarkan data Pos Pelayanan Polri di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih. Sebanyak 32 korban masih menjalani perawatan, yakni 1 terduga pelaku dirawat di RS Polri Kramatjati, 13 korban di RS Islam Jakarta, 17 korban di RS Yarsi, dan 1 korban di RS Pertamina. Sementara itu, sisanya diperbolehkan pulang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: