Indonesia Siap Jadi Pionir Pelayanan Stem Cell

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 12 November 2025 | 16:41 WIB
Indonesia siap jadi pionir pelayanan stem cell. (Foto/Universitas Airlangga)
Indonesia siap jadi pionir pelayanan stem cell. (Foto/Universitas Airlangga)

BeritaNasional.com - Indonesia ternyata tidak tertinggal dalam bidang stem cell atau sel punca, bahkan Indonesia siap menjadi pionir di bidang pelayanan sel punca dengan mendorong penelitian serta berbagai fasilitas kesehatan yang tersertifikasi. Hal ini disampaikan Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Supriyanto Dharmoredjo dalam simposium Terapi Sel untuk Onkologi, Kardiovaskular, Neurologi, Urologi, Orthopedi dan Estetika di Semarang, Rabu (12/11/2025).

Supriyanto mendorong percepatan hasil penelitian sel punca yang akan dijadikan sebagai etika pedoman praktik klinis. Menurutnya, RSCM menjadi rumah sakit pengampu bagi fasilitas-fasilitas kesehatan yang melakukan penelitian tentang sel punca.

"Percepatan agar Indonesia tidak tertinggal di bidang layanan sel punca. RSCM sebagai pengampu ilmu dan standar produksi," katanya dalam acara itu.

Saat ini, lanjut Supriyanto, sudah ada sekitar 50 RS yang diampu RSCM yang melakukan serta memberi layanan sel punca. Sementara di Indonesia, sudah ada lima laboratorium peneliti sel punca yang sudah tersertifikasi. RSCM dan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia merupakan dua dari lima laboratorium yang sudah tersertifikasi.

Oleh karena itu, Supriyanto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan layanan sel punca.

"Pilih ke RS yang sudah diampu RSCM," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur SCCR Indonesia Agung Putra mengatakan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai pionir di bidang sel punca diperlukan suatu ekosistem.

"Untuk menghadapi pertarungan dunia ini dibutuhkan suatu ekosistem," kata Agung di kesempatan yang sama.

Pembentukan ekosistem, kata Agung, antara lain dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) dari luar negeri hingga membangun perguruan tinggi. Oleh karena itu, layanan sel punca memerlukan pengalaman dalam upaya pemenuhan kesehatan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: