Kepala BNN Ingatkan Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Akibat Narkoba!
BeritaNasional.com - Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, bahaya narkoba bisa menjadi bencana serius bagi bangsa Indonesia jika barang haram tersebut turut mencemari generasi muda.
Penegasan itu bukan tanpa alasan, sebab Indonesia dalam dekade ke depan akan menikmati bonus demografi, di mana jumlah populasi produktif akan lebih banyak, mencapai 68,3 persen dari total penduduk Indonesia.
“Bonus demografi hanya akan terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara. Nah, ini bisa menjadi anugerah, tapi juga bisa menjadi bencana jika kita tidak bisa mengelola bonus demografi tersebut dengan baik,” kata Suyudi kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Bahkan, faktor jumlah penduduk yang besar dan letak geografis yang begitu strategis membuat Indonesia sampai saat ini masih dijadikan target peredaran narkoba jaringan internasional.
“Kalau kita tahu, di selatan negara kita, di wilayah Pasifik, begitu juga di utara ini ada jaringan yang dikenal dengan nama Golden Triangle — Laos, Myanmar, Thailand yang kerap kali menjadi jalur masuk narkotika dari negara-negara tersebut,” ucapnya.
Terlebih, maraknya pelabuhan tikus semakin memudahkan jaringan narkoba internasional masuk ke Indonesia. Pelabuhan-pelabuhan tersebut tersebar dari Aceh hingga Bandar Lampung, kemudian Banten hingga Banyuwangi.
“Banyaknya pelabuhan tikus ini tentunya menjadi surga bagi para bandar-bandar narkotika yang jahat,” kata dia.
Situasi ini menuntut BNN untuk bergerak lebih cepat: memperkuat riset laboratorium, meningkatkan literasi, dan memperbarui regulasi hukum agar tidak tertinggal dari berbagai modus operandi baru narkotika yang semakin canggih.
“Bahwa perang terhadap narkotika bukan hanya tugas kita, BNN, tapi seluruh elemen bangsa. Ya, kita harus mengajak dan menggandeng seluruh elemen masyarakat baik stakeholder, kementerian terkait, lembaga, maupun tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk bersama-sama,” imbuhnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





