Operasi Zebra 2025 Beri Perlindungan ke Pejalan Kaki, Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Publik kepada Polri

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 16 November 2025 | 14:11 WIB
Ilustrasi Operasi Zebra. Polantas menilai sejumlah sepeda motor yang melalui busway. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Ilustrasi Operasi Zebra. Polantas menilai sejumlah sepeda motor yang melalui busway. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Korlantas Polri tengah bersiap untuk menggelar Operasi Zebra 2025 pada 17-30 November 2025. Berbeda dari  tahun sebelumnya, kali ini tidak hanya fokus penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan bagi pejalan kaki.

Pengamat kebijakan publik dan politik nasional Nasky Putra Tandjung pun menyambut baik tujuan melindungi pejalan kaki. Hal itu bisa berdampak semakin tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

"Publik berharap dengan adanya Operasi Zebra 2025 jelang Natal dan Tahun Baru dapat meningkatkan dan mengembalikan tren positif serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Nasky dalam keteranganya pada Minggu (16/11/2025).

Nasky menyoroti tingkat kepercayaan publik sebagaimana hasil survei Litbang Kompas Oktober 2025 terhadap Polri telah mencapai 76,2 persen. Angka itu kian membaik sejak tragedi kerusuhan pada akhir Agustus lalu.

“Tren ini pulih setelah kepercayaan publik sempat merosot tajam pascakerusuhan besar akhir Agustus lalu," ungkapnya.

Terlebih, lanjut Nasky, kebijakan Operasi Zebra 2025 yang menggaungkan keselamatan lalu lintas dan perlindungan terhadap pejalan kaki sudah sepatutnya didukung oleh semua elemen bangsa. 

“Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan selaras dengan semangat cita-cita kemerdekaan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Alumnus Indef School of Political Economy Jakarta tersebut.

Oleh karena itu, Nasky mengajak dan mengimbau semua elemen masyarakat serta seluruh jajaran polantas untuk saling bersinergi dalam menjaga dan menjadikan keselamatan pengguna jalan raya, khususnya pejalan kaki sebagai indikator utama terhadap keberhasilan kinerja Polri di lapangan.

"Operasi zebra 2025 ini bukan sekadar menghukum semata, tetapi harus dibarengi keberhasilan komunikasi publik atau perbaikan citra positif Polri di mata masyarakat,” jelasnya.

"Tingkat keberhasilan operasi zebra itu bukan dari jumlah tilang, tetapi dari peningkatan kepatuhan dan ketertiban masyarakat menurun, serta angka kecelakaan juga menurun. Kita mendorong Korlantas Polri menghadirkan ruang jalan yang aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jalan," tambahnya

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan operasi ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi momentum memperkuat khususnya perlindungan terhadap pejalan kaki sebagai prioritas utama dalam sistem keselamatan.

“Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan,” kata Irjen Agus kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

Kebijakan yang ditekankan dalam Operasi Zebra kali ini, kata Agus, sejalan dengan prinsip Vision Zero, yang menolak segala bentuk toleransi terhadap korban jiwa di jalan raya.

“Pendekatan Hierarchy of Road Users, yang menempatkan pejalan kaki sebagai pihak dengan prioritas keselamatan tertinggi menjadi pijakan Korlantas dalam memperkuat sistem keselamatan berbasis manusia,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: