Belum Bisa Diperiksa, Kondisi ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Masih Lemah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 18 November 2025 | 11:47 WIB
Lokasi ledakkan di SMA 72 (Foto/Istimewa)
Lokasi ledakkan di SMA 72 (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com -  Pemeriksaan terhadap siswa F anak berkonflik dengan hukum (ABH) atas insiden ledakan SMAN 72 Jakarta Utara kembali terhambat. Hal ini disebabkan kondisi kesehatan F yang masih belum stabil. Ia disebut masih dalam kondisi lemah sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Pernyataan ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto yang mengatakan kondisi F masih harus terus dipantau walau secara umum kondisinya kian membaik. Hal itu ditandai dengan ruang perawatan F yang tidak lagi berada di ICU atau sudah berada di kamar perawatan biasa RS Kramatjati. 

“Penyidik masih berkoordinasi dengan dokter yang menangani, karena kondisinya masih lemas dan pusing pasca dilepas alat selang makanan," kata Budi kepada wartawan pada Selasa (18/11/2025).

Oleh sebab itu saat ini penyidik masih menunggu kondisi F pulih sepenuhnya,  terlebih dalam pemeriksaan juga harus mendapat persetujuan beberapa pihak selain dokter.

Dengan demikian, terkait keterangan yang diharapkan bisa menguak motif utama F merakit tujuh bom itu belum akan diterima dalam waktu dekat oleh pihak kepolisian.

“Kami juga harus berkoordinasi dengan KPAI, Bapas, APSIFOR dan P3A,” ujar Budi.

Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat khotbah salat Jumat. Diketahui, total 96 orang menjadi korban ledakan, termasuk pelaku siswa F yang telah ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Sementara untuk saat ini data korban yang masih menjalani perawatan sebanyak 10 korban tersebar di beberapa rumah sakit, dengan rincian F di RS Polri Kramatjati, Lima korban di RS Islam Cempaka Putih, tiga di RS Yarsi dan satu di RSCM.

Para korban turut terdampak akibat ledakan di dua TKP, pertama di dalam masjid memakai dua peledak mekanisme remote jarak jauh. Kemudian, dua ledakan dan dua bom tidak meledak di bank sampah, sementara sisa bom tidak meledak ditemukan di taman baca yang memakai mekanisme sumbu.

Sedangkan dari latar belakang F selaku anak berkonflik dengan hukum, diketahui ia dikenal sebagai peribadi tertutup dan jarang bergaul. F diduga melakukan tindakan ekstrim, karena pengaruh dari media sosial.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: