KPK Telusuri Peran Selebgram Indah Pertiwi dalam Dugaan Korupsi Ponorogo

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 18 November 2025 | 15:06 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (Beritanasional/Panji)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam rangkaian temuan terkait dugaan praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di Kabupaten Ponorogo.

Salah satu figur yang turut menjadi sorotan penyidik adalah selebgram Indah Bekti Pertiwi, yang disebut memiliki peran dalam aliran dana yang berujung kepada Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, Indah diduga terlibat sejak tahap awal pengumpulan dana yang digunakan untuk menyuap bupati. 

“Peran yang dilakukan saudari Indah adalah menyiapkan uang cash yang digunakan Yunus Mahatma untuk diberikan kepada bupati, Sugiri,” ujar Budi di Gedung Merah Putih, Selasa (18/11/2025).

Ia menuturkan bahwa perputaran uang tersebut tidak dilakukan secara langsung oleh para pihak utama. Dia juga menegaskan adanya pihak ketiga yang menjadi penghubung dalam aliran dana tersebut.

Penyidik kini berfokus menggali motivasi Indah menyediakan uang tunai tersebut, termasuk kemungkinan hubungan keterlibatannya dengan dinamika jabatan di RSUD dr Harjono. 

“Bagaimana hubungannya Indah dengan Yunus menyediakan uang itu terkait dengan pengurusan jabatan saudara Yunus untuk memperpanjang masa jabatan sebagai direktur RSUD,” ucapnya.

Selain aliran dana terkait jabatan, Budi mengungkap keterlibatan Indah juga tak terlepas dari dua klaster dugaan korupsi lainnya yang tengah dibedah KPK. 

“Atau juga karena dalam konstruksi perkara ini juga ada dugaan tindak pidana korupsi suap terkait dengan proyek-proyek pengadaan di RSUD dan juga bahkan perkara ketiganya adalah adanya dugaan penerimaan lainnya atau gratifikasi oleh bupati yang salah satunya diberikan oleh Yunus,” tuturnya.

KPK telah mengidentifikasi tiga klaster besar perkara Ponorogo yang kini sedang dipetakan kembali untuk memperjelas peran masing-masing pihak. 

“Ya, artinya ini memang karena ada tiga perkara, ada tiga klaster,” lanjut Budi.

Ia menegaskan penyidik tengah mengurai satu per satu keterlibatan pelaku, baik individu yang bertindak sebagai perantara, penyedia dana, maupun pihak yang mungkin menerima keuntungan langsung. 

“Apakah hanya sebagai perantara, apakah hanya sebagai penyedia uangnya, atau ada keuntungan-keuntungan lain yang diterima oleh pihak-pihak tersebut dalam konstruksi tiga klaster perkara ini,” ucapnya.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan di Ponorogo disebut menjadi gerbang awal bagi KPK untuk melihat kemungkinan adanya penyimpangan lain di sektor pengadaan pemerintah daerah tersebut. 

“Kegiatan tangkap tangan di Ponorogo ini juga menjadi pintu masuk KPK untuk kemudian melihat apakah proses-proses pengadaan yang dilakukan di Ponorogo ini juga ada dugaan tindak pidana korupsi, ada modus-modus serupa yang dilakukan,” ucap Budi.

Ia menyampaikan bahwa rangkaian penggeledahan yang dilakukan secara intensif pekan lalu bertujuan memperkuat basis bukti yang sudah dikumpulkan. 

“Oleh karena itu, kita cari dalam penggeledahan-penggeledahan yang dilakukan secara marathon pada pekan lalu,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, penyidik akan segera memanggil pihak-pihak yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.

“Tentu nanti penyidik kemudian akan melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui dan bisa memberikan keterangan kepada penyidik untuk membuat terang perkara ini,” tandasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: