Pedagang Thrifting Bantah Membunuh UMKM, Justru Serang Produk Impor China

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 19 November 2025 | 12:40 WIB
Pakaian bekas impor atau Thrifting di Pasar BajuThrifthing di Terowongan Blok-M, Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Pakaian bekas impor atau Thrifting di Pasar BajuThrifthing di Terowongan Blok-M, Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pedagang barang thrifting keberatan disebut sebagai pihak yang membunuh UMKM. Pedagang barang thrifting Rifai Silalahi menegaskan, para pedagang juga pelaku UMKM.

Rifai mengatakan, justru produk pakaian impor asal China yang membunuh UMKM karena. Produk asal China itu menguasai hampir 80 persen pasar di Indonesia.

"Sekarang kenapa dibilang membunuh umkm? Sebenarnya bukan thrifting yang membunuh umkm, tapi lebih kepada pakaian-pakaian impor china yang hampir menguasai hampir 80 persen pangsa pasar di Indonesia," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Para pedagang thrifting ini menyampaikan aspirasi ke BAM DPR karena belakangan selalu dijadikan isu. Rifai menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin memberangus barang thrifting. Ditambah lagi belakangan banyak penindakan oleh aparat terhadap penjual thrifting.

"Akhir-akhir ini banyak penindakan-penindakan yang dilakukan aparat terkait mengenai keberadaan usaha thrifting," ujar Rifai.

"Jadi maksud tujuan kami datang ke BAM ini, kami mengharapkan ada solusi jangka pendek, jangka panjang, bila perlu hasil yang menetap usaha thrifting ini pak," sambungnya.

Rifai mengatakan, selama ini keberadaan barang thrifting tidak mengganggu produk pakaian lokal. Karena memiliki pasar yang berbeda. Industri lokal diklaim juga tidak keberatan.

"Karena yang kita tahu, produk thrifting itu pangsa pasarnya beda, produk baru itu atau industri pakaian lokal itu beda. Jadi kenapa digandrungi thrifting ini? Karena thrifting ini memang di samping harganya murah, kualitasnya juga bagus," jelasnya.

Rifai juga membantah barang thrifting membawa penyakit. Ia mengaku tidak pernah mendengar ada yang sakit karena menggunakan barang thrifting.

"Jadi sebenernya semua isu-isu thrifting ini seperti dibuat-buat hampir tiap tahun. Hampir tiap tahun diangkat, kita tidak mengerti apa sebenarnya agendanya," katanya.

"Tapi apakah ini persaingan ekonomi antara produk china yang sekarang membanjiri negara kita, mungkin kehadiran thrifting ini mulai mengganggu pangsa pasar yang masuk dari China yang bebas sekarang ini," tegas Rifai.

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: