Jeep Recon EV Resmi Meluncur, Ini Detail Kekuatannya
BeritaNasional.com - Setelah dinanti-nanti, Jeep akhirnya secara resmi meluncurkan Jeep Recon, SUV listrik yang didesain tangguh untuk off-road.
Dilansir dari TechCrunch pada Rabu (19/11/2025), kendaraan ini mulai diproduksi tahun depan dengan harga awal yang diperkirakan mulai dari USD65.000 (sekitar Rp1,01 miliar).
Kehadiran Recon mengejutkan banyak pihak di tengah tren pabrikan, termasuk perusahaan induknya, Stellantis, yang mulai mengerem ambisi produksi kendaraan listrik (EV) mereka lantaran permintaan pasar yang tidak memenuhi proyeksi awal.
Tetap Tahan Banting di Tengah Keraguan EV
Tiga tahun lalu, Jeep, di bawah naungan Stellantis, mengumumkan rencana besar untuk merombak portofolio mereka dengan meluncurkan tiga EV, di mana dua di antaranya. Jeep Recon dan Wagoneer S, ditargetkan masuk ke pasar Amerika Utara pada 2024.
Saat itu, target Stellantis adalah EV akan menyumbang setengah dari penjualan Jeep di Amerika Utara dan seluruh penjualan di Eropa pada tahun 2030.
Wagoneer S dijadwalkan masuk pasar awal tahun 2025. Namun, nasib Jeep Recon sempat menjadi tanda tanya.
Sejumlah pabrikan, termasuk Stellantis (yang juga menaungi Chrysler dan Ram), telah mengurangi target EV mereka karena pertumbuhan permintaan yang melambat. Ram, misalnya, membatalkan rencana truk pikap listrik ukuran penuh, memilih untuk fokus pada Ram 1500 REV.
Meskipun demikian, Jeep Recon yang berkarakter khas Wrangler ini, tetap bertahan.
Spesifikasi Off-Road Gahar
Jeep Recon 2026 akan mulai diproduksi di Pabrik Perakitan Toluca, Meksiko, tahun depan. Peluncuran perdana akan dilakukan di AS dan Kanada, sebelum ekspansi global.

Recon hadir sebagai EV berpenggerak empat roda (4x4) dan menyandang lencana bergengsi “Trail Rated”, sebuah sertifikasi off-road yang sangat dihormati para penggemar. Sebagai standar, Recon dilengkapi:
- Sistem manajemen traksi Selec-Terrain.
- Pelindung kolong bodi (underbody protection).
- Kait penarik (tow hooks) dan ban off-road.
- Teknologi poros e-locker, yang memungkinkan pengemudi mengunci diferensial secara elektronik untuk memastikan penyaluran torsi ke kedua roda belakang—fitur penting untuk medan ekstrem.
"Dengan Jeep Recon, kami membuktikan bahwa elektrifikasi tidak hanya kompatibel dengan keunggulan off-road, tetapi juga dapat meningkatkannya, menghasilkan torsi instan, kontrol presisi, dan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan terhubung," ungkap CEO Jeep Bob Broderdorf yang dikutip pada Rabu.
Tenaga dan Torsi Mengesankan
Sistem penggerak Recon, yang ditenagai baterai 100 kilowatt-jam, menghasilkan tenaga luar biasa: 650 tenaga kuda dan torsi 620 pound-feet. Kombinasi ini sangat tangguh untuk kebutuhan off-road.
Akselerasinya juga mengesankan, Recon mampu melaju dari 0 hingga 60 mil per jam (0-96 km/jam) hanya dalam 3,6 detik. Kendaraan ini diperkirakan memiliki jarak tempuh sekitar 250 mil (sekitar 402 km) dalam sekali pengisian daya.
Meskipun demikian, pertanyaan besar di kalangan pengamat otomotif adalah apakah Recon akan diserap pasar Amerika, terutama mengingat harga dasar versi ikonik Wrangler tahun 2026 dimulai sekitar $49.895.
Adopsi Standar Pengisian Tesla
Jeep juga mengumumkan bahwa mereka akan mengadopsi Sistem Pengisian Daya Amerika Utara (NACS) yang digunakan Tesla untuk beberapa model EV mereka, termasuk Recon. Namun, pemilik Recon akan memerlukan adaptor NACS untuk mengakses ribuan stasiun supercharger Tesla.
Interior Recon 2026 didesain apik, mencakup layar sentuh horizontal 14,5 inci yang diklaim sebagai yang terbesar yang pernah ada pada Jeep, ditambah dengan fitur-fitur klasik Jeep, seperti lampu belakang LED, pintu ayun, dan pintu yang dapat dilepas, menjanjikan daya tarik tersendiri bagi para penggemar SUV.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







