Sosok Sukanto Tanoto, Orang Terkaya ke-19 di Indonesia dan Kaitannya dengan Biang Kerok Bencana Sumatera
BeritaNasional.com - Sukanto Tanoto dikenal luas sebagai salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berhasil membangun kerajaan bisnis berskala internasional. Ia merupakan pendiri Royal Golden Eagle (RGE), sebuah grup usaha global yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak datang secara instan.
Sukanto Tanoto memulai perjalanan bisnisnya dari usaha kecil berupa toko suku cadang, hingga akhirnya berhasil membawa RGE tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Mengutip laman resmi Tanoto Foundation, hingga saat ini RGE tercatat memiliki aset lebih dari US$20 miliar dengan jumlah karyawan yang mencapai lebih dari 60.000 orang yang tersebar di berbagai negara.
Sosok Sukanto Tanoto menjadi perbincangan hangat usai terjadinya bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara. Pasalnya, PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) yang awalnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk, yang didirikan Sukanto pada 1983 lalu, disebut menjadi biang kerok dari kerusakan lingkungan yang memicu bencana dahsyat di Sumatera, meskipun belakangan dibantah oleh perusahaan itu.
Bahkan sepanjang tahun 2025, masyarakat yang berada di sekitar perusahaan menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari akibat masifnya kerusakan lingkungan yang disebabkan di Sumut.
Lantas, siapakah Sukanto Tanoto? Simak profil, perjalanan karier hingga kiprah Sukanto Tanoto, yang dilansir BeritaNasional dari berbagai sumber, Rabu (3/12/2025).
Profil Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto lahir dengan nama Tan Kang Hoo. Pria keturunan etnis China ini lahir di Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada tanggal 25 Desember 1949 dari pasangan Amin Tanoto dan Anisah Tanoto. Zodiaknya Capricorn dan beragama Buddha.
Sukanto Tanoto menikahi Tinah Bingei Tanoto, dari pernikahan ini mereka dikaruniai empat orang putra dan putri yakni, Anderson Tanoto, Imelda Tanoto, Belinda Tanoto dan Andre Tanoto.
Perjalanan Karier Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto lahir dan tumbuh di tengah keluarga perantauan Tionghoa di Kota Medan. Sejak muda, ia sudah terbiasa hidup mandiri dan membantu usaha orang tuanya yang bergerak di bidang perdagangan suku cadang. Namun, perjalanan hidupnya berubah ketika sang ayah jatuh sakit. Dalam kondisi tersebut, Sukanto harus mengambil alih usaha keluarga dan mulai belajar menjalankan bisnis secara langsung.
Berbekal pengalaman di dunia perdagangan, Sukanto mulai jeli melihat peluang di sektor industri kayu lapis yang saat itu tengah berkembang pesat. Dengan keberanian dan perhitungan matang, pada tahun 1973 ia mendirikan perusahaan bernama Raja Garuda Mas, yang kemudian dikenal sebagai Royal Golden Eagle (RGE). Pada awal berdirinya, perusahaan ini berfokus pada produksi kayu lapis untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Seiring waktu, bisnisnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun, Sukanto Tanoto mulai berekspansi ke sektor pulp dan kertas dengan mendirikan Asia Pacific Resources International Holdings Ltd. (APRIL). Kini, APRIL dikenal sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di kawasan Asia.
Tidak berhenti sampai di situ, ia juga melihat peluang besar di industri kelapa sawit. Melalui Asian Agri dan Apical, Sukanto sukses membangun bisnis perkebunan serta pengolahan minyak sawit yang kini menjadi bagian penting dalam rantai pasok minyak sawit dunia.
Di bawah naungan RGE, lini bisnis terus berkembang ke berbagai sektor lain, seperti produksi serat viscose untuk industri tekstil melalui Sateri, pengolahan specialty cellulose lewat Bracell Limited, hingga sektor energi melalui Pacific Oil & Gas.
Saat ini, seluruh unit usaha RGE telah tersebar di banyak negara, mulai dari Indonesia, Tiongkok, Brasil, Malaysia, Filipina, Finlandia, hingga Kanada, dengan jaringan pemasaran yang menjangkau empat benua.
Kini, RGE bermarkas di Singapura dan tercatat sebagai salah satu perusahaan dengan nilai aset fantastis, lebih dari US$20 miliar serta mempekerjakan sekitar 60.000 karyawan dari berbagai latar belakang.
Dalam menjalankan usahanya, Sukanto Tanoto dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Ia merumuskan filosofi bisnis 5C yang mencakup Good for Community, Good for Customer, Good for Country, Good for Climate, dan Good for Company. Prinsip ini menjadi pedoman agar bisnis yang dijalankannya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat, negara, dan lingkungan.
Di luar dunia bisnis, Sukanto Tanoto juga sangat aktif dalam kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan. Pada tahun 1981, ia mendirikan Tanoto Foundation, sebuah yayasan yang berfokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan di Indonesia.
Melalui yayasan ini, Sukanto Tanoto menyalurkan berbagai program seperti pemberian beasiswa, pelatihan guru dan kepala sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan, hingga bantuan kesehatan serta sosial untuk masyarakat di daerah terpencil.
Sebagai pengusaha yang telah membangun bisnis hingga ke tingkat global, Sukanto Tanoto juga dipercaya terlibat dalam sejumlah organisasi internasional. Ia tercatat sebagai anggota INSEAD International Council, The Wharton Board of Overseers, serta The Wharton Executive Board for Asia.
Berkat dedikasinya di dunia usaha dan sosial, ia juga menerima penghargaan Wharton School Dean’s Medal Award, sebuah apresiasi bergengsi atas kontribusinya bagi masyarakat dan perekonomian global.
Bisnis dan Kekayaan Sukanto Tanoto
Sebagai pendiri Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto mengembangkan bisnisnya di berbagai sektor berbasis sumber daya alam berkelanjutan. Grup usahanya mencakup:
- Industri pulp dan kertas melalui APRIL Group & Asia Symbol
- Pendiri PT Toba Pulp Lestari yang awalnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk
- Perkebunan serta pengolahan kelapa sawit melalui Asian Agri & Apical
- Produksi serat viscose untuk tekstil melalui Sateri
- Specialty cellulose melalui Bracell Limited
- Pengembangan energi melalui Pacific Oil & Gas
Berdasarkan data Forbes 2024, kekayaan Sukanto Tanoto ditaksir mencapai US$3,3 miliar atau setara dengan sekitar Rp53,8 triliun. Dengan jumlah kekayaan tersebut, ia menempati posisi sebagai orang terkaya ke-19 di Indonesia dan berada di peringkat ke-1.062 dunia.
Demikian ulasan informasi tentang profil Sukanto Tanoto, berikut dengan perjalanan karier, kiprah bisnisnya hingga keterkaitannya dengan bencana Sumatera. Semoga artikel ini bermanfaat, selamat membaca!
(Rep/Novia Amelia)
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







