Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Genjot Konsumsi Lewat Harbolnas dan Diskon Transportasi

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 05 Desember 2025 | 03:04 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto peluncuran dan konferensi pers Harbolnas 2025. (Foto/Dok Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto peluncuran dan konferensi pers Harbolnas 2025. (Foto/Dok Kemenko Perekonomian)

BeritaNasional.com - Pemerintah terus berupaya memperkuat daya dorong ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan. Hal ini bertujuan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius pada 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menjelaskan konsumsi rumah tangga telah menjadi kontributor utama, menyumbang 53,14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Triwulan III-2025.

Optimisme ini juga tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di level 121,2 pada Oktober 2025.

Menko Airlangga menyatakan bahwa berbagai risiko ekonomi global yang mungkin terjadi telah terakomodasi dalam stabilitas nilai tukar Rupiah dan tingkat suku bunga saat ini.

“Sehingga kita mengatakan bahwa seluruh resiko ke depan sebetulnya sudah price in di dalam rupiah, di dalam tingkat suku bunga, dan tingkat penyaluran kredit. Dan berharap UMKM bisa meningkatkan produksinya ke depan,” tutur Menko Airlangga saat Peluncuran dan Konferensi Pers Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Jakarta pada Kamis (4/12/2025).

Target Transaksi Rp35 Triliun di Harbolnas 2025

Untuk mendorong belanja masyarakat, Pemerintah mendukung penuh serangkaian program, baik offline maupun online. Untuk belanja online, Pemerintah mendukung Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dalam menyelenggarakan Harbolnas 2025.

Harbolnas tahun ini mengusung tema #NyatakanCintaNusantara dan akan berlangsung dari 10 hingga 16 Desember 2025. Program ini menargetkan peningkatan transaksi minimal 10% dari tahun lalu, yaitu mencapai Rp35 triliun, serta mendorong partisipasi 1.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Target ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memicu pengeluaran masyarakat di akhir tahun.

“Program ini untuk mendorong pertumbuhan di bulan Desember. Jadi bersama dengan program EPIC Sale. Kemudian program BINA Great Sale, Belanja di Indonesia Aja. Nah target spending di bulan Desember Rp110 triliun. Jadi harapannya ini bisa jadi mengungkit pembelian. Kemudian tentu produk lokal kita harapkan bisa ditingkatkan,” ujar Menko Airlangga.

Diskon Transportasi Dorong Mobilitas Akhir Tahun

Selain program belanja, Pemerintah juga meluncurkan Program Diskon Transportasi Nasional yang diharapkan dapat menopang konsumsi rumah tangga pada Triwulan IV-2025.

Program ini mencakup diskon signifikan pada empat moda utama:

Kereta Api: Diskon 30%.

Angkutan Laut (PELNI): Diskon 20% dari tarif dasar kelas ekonomi.

Penyeberangan (ASDP): Pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan, setara diskon rata-rata 19%.

Angkutan Udara: Potongan harga antara 13–14%.

Menko Airlangga berharap, kebijakan diskon ini akan memacu mobilitas masyarakat Indonesia untuk berlibur di akhir tahun.

“Jadi kami berharap bahwa dengan kegiatan ini mobilitas bisa menjadi tinggi. Dan jumlah orang Indonesia yang berkeliling untuk liburan akhir tahun juga bisa meningkat. Karena ini diharapkan pertumbuhan di bulan Desember ini atau di kuartal keempat, Indonesia berharap pertumbuhannya range-nya antara 5,4 sampai 5,6 persen. Jadi konsumsi diharapkan menjadi pengungkit,” tandas Airlangga.

Pelaksanaan Harbolnas 2025 sendiri akan diawasi langsung oleh idEA dan berbagai platform e-commerce, dengan pencatatan transaksi yang dipantau secara independen oleh Nielsen IQ untuk menjamin akurasi data.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta pejabat dan perwakilan asosiasi terkait lainnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: