Kesepakatan Damai Ukraina Hampir Tercapai, Dua Isu Besar Ini Jadi Penentu

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 07 Desember 2025 | 22:42 WIB
Perang Ukraina-Rusia (Foto/Freepik)
Perang Ukraina-Rusia (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina dikabarkan semakin mendekati titik temu. Utusan khusus Amerika Serikat untuk Ukraina menyebut proses negosiasi sudah “really close”, namun masih terganjal dua persoalan besar: masa depan wilayah Donbas dan status Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Berbicara di Ronald Reagan Presidential Library and Museum, California, Keith Kellogg menegaskan bahwa pembahasan damai kini berada di “10 meter terakhir” fase yang menurutnya paling menentukan sekaligus paling sulit.
Dua isu yang masih menjadi batu sandungan adalah:

  • Penentuan status jangka panjang Donbas.
  • Pengelolaan PLTN Zaporizhzhia, fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang kini dikuasai Rusia.

Rusia kini menguasai sekitar 19,2% wilayah Ukraina, termasuk Krimea, seluruh Luhansk, sebagian besar Donetsk, serta wilayah luas di Kherson dan Zaporizhzhia.

“Jika kita bisa menyelesaikan dua isu ini, saya pikir hal lain akan mengikuti dengan baik. Kita hampir sampai. Kita benar-benar sangat dekat,” ujar Kellogg.

Draf Perdamaian AS Tuai Kekhawatiran

Situasi menjadi semakin dinamis setelah bocornya 28 proposal perdamaian dari AS bulan lalu, yang memicu kecemasan di Kyiv dan sejumlah negara Eropa. Draf tersebut dinilai terlalu menguntungkan Rusia, terutama terkait posisi NATO dan pengakuan wilayah.
Kremlin menyebut dokumen tersebut kini telah dipadatkan menjadi 27 poin dalam empat kelompok pembahasan.

Dalam rancangan awal, PLTN Zaporizhzhia yang saat ini berada dalam kondisi cold shutdown disebut akan kembali beroperasi di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dengan distribusi listrik dibagi rata untuk Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa ia baru saja melakukan pembicaraan panjang dan “substansial” dengan utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner.

Kremlin sebelumnya bahkan menyebut Kushner kemungkinan menjadi figur sentral dalam penyusunan draf perdamaian tersebut.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: