Eks Penyidik KPK Sebut Korupsi Sektor Lingkungan Berkaitan Erat dengan Bencana di Sumatera

Oleh: Panji Septo R
Minggu, 07 Desember 2025 | 19:51 WIB
Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan (Beritanasional/Panji)
Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyoroti bencana banjir bandang yang menerjang berbagai wilayah di Pulau Sumatera.

Menurutnya, korupsi sektor lingkungan hidup berkaitan erat dengan terjadinya bencana, karena dia menilai kerusakan ekologis tidak berdiri sendiri. 

Dia juga mengatakan kerusakan tersebut sering melibatkan permainan antara korporasi dan pejabat yang memiliki kewenangan di sektor lingkungan.

“Seperti yang kita ketahui, bencana ini diyakini terjadi karena eksploitasi sumber daya alam, baik yang sepenuhnya ilegal maupun yang memiliki izin tetapi melanggar aturan,” terangnya.

Menurut Novel, pengawasan seharusnya mampu mencegah aksi ilegal. Potensi korupsi muncul saat pejabat dan pelaku usaha bekerja sama dalam praktik eksploitasi. 

“Bila individu atau korporasi yang melakukan eksploitasi sumber daya alam berkomplot dengan pejabat, hal itu bisa menjadi perbuatan Tindak Pidana Korupsi," ungkap Novel kepada Beritanasional.com, Minggu (7/12/2025).

"Khususnya jika berkomplot dengan orang yang bertugas membuat regulasi, memberikan perizinan, atau pejabat yang bertugas mengawasi," imbuhnya.

Ia mendorong penegak hukum menelusuri keterlibatan pihak-pihak tersebut agar pertanggungjawaban pidana bisa ditegakkan.

"Penegak hukum harus menelusuti keterlibatan orang-orang tersebut yang diduga bertanggung jawab atas apa yang sekarang terjadi," tuturnya.

Meski demikian Novel menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi. 

“Semoga Allah menguatkan semua saudara-saudara kita yang menjadi korban atau terdampak, meringankan penderitaan yang dialami, serta semoga keadaan segera bisa pulih seperti sedia kala," tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: