Peringati Hakordia 2025, KPK Edukasi Guru PAUD Soal Nilai Antikorupsi
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yogyakarta dalam rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan hal itu dilakukan untuk memperkuat penanaman nilai integritas sejak dini lewat metode kreatif dan ramah anak.
Menurutnya, pendidik bisa memperkenalkan kejujuran, tanggung jawab, dan nilai moral kepada anak-anak dengan cara yang mengasyikkan.
“Mustahil pemberantasan korupsi hanya mengandalkan penindakan. Karena itu, KPK memberi perhatian besar pada pendidikan antikorupsi untuk membentuk integritas individu sejak dini,” ujar Amir di Gedhong Pracimasono, Kepatihan Yogyakarta, dikutip Senin (8/12/2025).
KPK, disebutnya, menjadi mitra strategis bagi para guru hadir untuk menguatkan peran pendidik dalam menanamkan integritas, bukan memberi instruksi.
Amir menekankan bahwa karakter moral anak terbentuk kuat ketika masih kecil, sehingga guru memiliki peran sentral dalam memperkenalkan nilai-nilai kebaikan.
Salah satu pendekatan yang digunakan ialah pembelajaran berbasis cerita dan film.
“Apa pun profesi anak-anak kita nanti, pondasi pentingnya adalah kejujuran. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan bermain, tetapi perlu diperkuat dengan pemahaman nilai-nilai integritas,” tambahnya.
Kegiatan bersama berbagai himpunan tenaga pendidik PAUD itu juga menampilkan tiga film dari kompetisi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST).
Ketiganya ialah Hanya Printer (ACFFEST 2024) karya Sri Suratiyah; Roti Suci di Hari Sabtu (ACFFEST 2024) karya Emilianus U. K. Patar dan Bonifasius M. Kolin; serta Maaf Mama, Aku Kelepasan (ACFFEST 2022) karya Jalu Pandita.
Film-film tersebut memuat pesan terkait kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keberanian, kesederhanaan, kepedulian, kedisiplinan, keadilan, dan kerja keras.
Melalui pemutaran film ini, KPK berharap edukasi antikorupsi dapat menjangkau kelompok yang lebih luas dengan pendekatan inklusif, partisipatif, dan mudah dipahami.
“Kami juga menekankan bahwa isu korupsi berkaitan erat dengan berbagai persoalan, termasuk berdampak pada ekologis. Karena itu, literasi antikorupsi harus terus dikembangkan agar generasi muda mampu melihat dampak korupsi secara lebih luas,” pungkas Amir.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






