Polisi Sebut Gedung Terra Drone Difungsikan untuk Penjualan dan Pebaikan Drone

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 10 Desember 2025 | 13:11 WIB
Polisi sebut gedung Terra Drone difungsikan untuk penjualan dan pebaikan drone. (Foto/istimewa)
Polisi sebut gedung Terra Drone difungsikan untuk penjualan dan pebaikan drone. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Polisi menyampaikan jika Gedung Terra Drone merupakan bangunan yang digunakan sebagai kantor pusat operasional perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan perbaikan drone, bukan tempat produksi drone.

"Benar (perusahaan drone). Tidak produksi, tapi perbaikan dan kantor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Roby menjelaskan, pelanggan biasanya memanfaatkan fasilitas di Terra Drone untuk memperbaiki drone dan mendapatkan layanan servis yang berpusat di gedung tersebut.

"Bisa. Servisnya memang di sana," ujarnya.

Disisi lain, kata Roby, terkait perusahaan yang menaungi operasional gedung memang berasal dari Jepang, namun untuk pimpinan yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang.

"Perusahaannya perusahaan jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang jepang)," terangnya.

Periksa Saksi Kebakaran Ruko Terra Drone

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sebanyak delapan sakit dari jajaran manajemen perusahaan, staf HRD, hingga warga sekitar lokasi dalam rangka penyelidikan kebakaran melanda kantor Terra Drone, Jakarta Pusat.

"Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, saat dikonfirmasi pada Rabu (10/12/2025).

Meski demikian, kata Roby, pihak penyidik belum memeriksa pemilik gedung maupun pemilik perusahaan. Walaupun untuk identitas mereka sudah dikantongi dan pemeriksaan akan dijadwalkan dalam waktu dekat.

"Kalau pemimpin perusahaannya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ujar dia.

Sebelumnya, kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat turut memakan korban jiwa. Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta total ada 76 orang berada di dalam gedung saat insiden terjadi.

Dari jumlah itu, 54 orang berhasil selamat, sementara 22 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Para korban jiwa tersebut saat ini telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: