Ceko Menolak Jaminan Pinjaman untuk Ukraina, Serukan Solusi UE

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 14 Desember 2025 | 21:08 WIB
Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina. (Foto/Instagram Zelenskyy Official)
Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina. (Foto/Instagram Zelenskyy Official)

BeritaNasional.com -  Perdana Menteri baru Republik Ceko sekaligus ketua Partai ANO, Andrej Babis, menegaskan negaranya tidak akan memberikan jaminan pinjaman maupun pendanaan langsung kepada Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Babis pada Minggu (14/12/2025), sembari mendorong Komisi Eropa mencari solusi pendanaan di tingkat Uni Eropa.

Melalui sebuah video yang diunggah di platform media sosial X, Babis menyatakan sependapat dengan Perdana Menteri Belgia Bart De Wever bahwa pembiayaan untuk Ukraina seharusnya menjadi tanggung jawab bersama Uni Eropa, bukan dibebankan pada masing-masing negara anggota lewat skema jaminan nasional.

“Republik Ceko tidak akan menjamin pinjaman dan tidak akan mengirimkan uang,” ujar Babis, seperti dikutip Radio Prague International.

Pernyataan tersebut langsung menuai kritik dari Perdana Menteri sebelumnya, Petr Fiala. Ia menilai sikap Babis sebagai langkah yang tidak bertanggung jawab di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Republik Ceko Jan Lipavsky menilai pemanfaatan hasil aset Rusia yang dibekukan masih menjadi satu-satunya opsi paling realistis untuk memastikan kelanjutan dukungan finansial bagi Ukraina.

Uni Eropa sendiri tengah mengkaji rencana penggunaan aset negara Rusia yang dibekukan untuk mendanai pinjaman bagi Ukraina.

Namun, sejumlah negara anggota, termasuk Belgia, menyuarakan kekhawatiran hukum, mengingat sebagian besar aset tersebut disimpan di lembaga keuangan Euroclear yang berbasis di Brussel.

Di sisi lain, Bank Sentral Rusia menilai rencana tersebut melanggar hukum internasional dan menyatakan akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya.

Pada Jumat lalu, Uni Eropa telah memutuskan untuk membekukan aset Rusia secara permanen. Para pemimpin negara anggota dijadwalkan membahas alokasi dana tersebut bagi Ukraina dalam pertemuan puncak di Brussel pada 18–19 Desember mendatang.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: