Wakapolri Tegaskan Pengiriman Tambahan Personel ke Aceh Tak Terkait Isu Pengibaran Bendera GAM

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 26 Desember 2025 | 16:38 WIB
Wakapolri tegaskan pengiriman tambahan personel ke Aceh tak terkait isu pengibaran bendera GAM. (Foto/istimewa)
Wakapolri tegaskan pengiriman tambahan personel ke Aceh tak terkait isu pengibaran bendera GAM. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan pengiriman tambahan personel ke wilayah Aceh untuk fokus melakukan operasi kemanusiaan dalam rangka percepatan pemulihan wilayah terdampak pascabencana, merespons ramainya isu terkait massa yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menimbulkan gesekan dengan aparat keamanan di wilayah Aceh. 

“Ya, jadi rekan-rekan, sekali lagi sesuai dengan perintah Bapak Kapolri tadi. Pemberangkatan hari ini adalah fokus kepada Operasi Kemanusiaan. Jadi kita fokusnya adalah operasi kemanusiaan,” tegas Dedi saat ditanya awak media usai apel pasukan untuk dikirim ke wilayah bencana, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, 1.500 personel yang di antaranya, 600 personel akan dikirim ke wilayah Aceh Tengah dan Aceh Tamiang dimaksudkan mempercepat berbagai proses pemulihan yang sedang dilakukan.

“Ya pemulihan, percepatan untuk akses jalan, bantuan logistik, kemudian kesehatan, kemudian perumahan, kemudian operasionalisasi tugas-tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom masyarakat, ini menjadi fokus kami,” ujarnya.

Meski begitu, Dedi mengingatkan bahwa Polri dalam operasi kemanusiaan ini tidaklah sendiri. Posisi Korps Bhayangkara adalah untuk perbantuan kekuatan personel guna mendukung pemerintah daerah dan stakeholder lain.

“Ya jadi kami fokusnya di situ, rekan-rekan. Ya tentunya Polri tidak sendiri, kita bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait lainnya. Ingat leading sector dari operasi ini tetap Pemerintah Daerah. Ya, kami ada di second line untuk membantu Pemerintah Daerah segera melaksanakan mitigasi bencana yang ada di sana,” terangnya.

TNI Beri Klarifikasi 

Sementara terkait dengan video viral di media sosial (medsos) yang merekam aksi prajurit TNI yang tengah membubarkan konvoi masyarakat dengan membawa bendera GAM di wilayah Aceh, Kapuspen Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyayangkan adanya video dengan narasi konten yang tidak benar. Seolah-olah sengaja dibuat untuk mendiskreditkan institusi TNI. 

“Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,” kata Freddy saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

Adapun kejadian yang sebenarnya, kata dia, bermula pada 25 Desember 2025 pagi, berlanjut sampai 26 Desember 2025 dini hari di Kota Lhokseumawe. Saat itu, sekelompok massa tengah konvoi dan melaksanakan demo yang sebagian mengibarkan bendera bulan bintang identik dengan simbol GAM.

“Disertai teriakan yang berpotensi memancing reaksi publik serta mengganggu ketertiban umum, khususnya di tengah upaya pemulihan Aceh pascabencana,” ungkap Freddy.

Karena potensi terjadinya ketertiban umum, petugas di lokasi dipimpin Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran segera berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe untuk mendatangi lokasi. 

“Aparat TNI–Polri mengutamakan langkah persuasif dengan menghimbau agar aksi dihentikan dan bendera diserahkan. Namun karena imbauan tersebut tidak diindahkan, aparat melakukan pembubaran secara terukur dengan mengamankan bendera guna mencegah eskalasi situasi,” terangnya.

Namun saat proses mediasi ternyata terjadi cekcok petugas dengan satu orang dari kelompok massa yang ternyata memegang senjata api (senpi) jenis Colt M1911 beserta amunisi, magasin, dan senjata tajam. 

“Yang bersangkutan kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sementara, dari hasil mediasi dengan korlap aksi demo telah menyatakan bahwa kejadian tersebut hanya selisih paham dan sepakat berdamai dengan aparat. Dengan begitu, diimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“TNI dan pemerintah daerah serta aparat terkait akan terus mengutamakan pendekatan dialog, persuasif, dan humanis untuk meredam potensi konflik, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan masyarakat Aceh dapat fokus pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana,” tegas dia.

“TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Freddy.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: