Pemulihan Sumatera Pascabencana, TNI Kerahkan 37 Ribu Personel dan Bangun 32 Jembatan Bailey
BeritaNasional.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan jajaran TNI berkomitmen penuh dalam percepatan pemulihan wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana alam di pengujung 2025.
Hingga saat ini, puluhan ribu prajurit dan puluhan unit alutsista telah dikerahkan untuk membantu proses rekonstruksi hingga distribusi logistik.
Dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pasca Bencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025), Agus mengungkap keterlibatan masif personel TNI di lapangan.
Agus mengatakan fokus utama TNI saat ini memulihkan aksesibilitas dan fasilitas dasar bagi masyarakat terdampak. Puluhan batalyon tambahan telah diterjunkan untuk mempercepat proses rehabilitasi.
"Pelibatan personel TNI pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi sejumlah 37.910 orang termasuk penambahan 15 batalyon itu dari 5 batalyon ZENI, 10 Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) itu akan membantu pemasangan jembatan bailey. Kemudian, pemasangan pembuatan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap), pembersihan lumpur yang ada di sekolah, pesantren, jalan dan fasilitas umum lainnya," ujar Panglima TNI.
Selain infrastruktur fisik, TNI menyasar kebutuhan mendasar warga seperti air bersih dan layanan kesehatan.
Berdasarkan laporan terbaru, 124 sumur bor telah berfungsi dan 42 pos kesehatan telah disiagakan di berbagai titik bencana.
‘’Kemudian, dukungan TNI lainnya yang sudah tergelar yaitu dapur lapangan 25 dapur lapangan, kemudian pembuatan sumur bor ada 124 sumur sudah bisa digunakan. Kemudian, 42 pos kesehatan sudah tergelar dan 186 MCK sudah dibangun,’’ papar Jenderal Agus.
Konektivitas Wilayah: 32 Jembatan Terpasang
Putusnya akses jalan menjadi tantangan berat di Sumatera. Menanggapi hal tersebut, TNI bergerak cepat memasang jembatan bailey dan aramco agar aktivitas ekonomi dan sosial warga kembali berjalan. Panglima TNI memerinci beberapa lokasi yang kini sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat:
"Selanjutnya, penyiapan dan pemasangan jembatan bailey beberapa jembatan sudah digunakan masyarakat beraktivitas seperti di jembatan Teupin Mane, jembatan Teupin Reudep, jembatan Jeumpa, Jembatan Matang Bangka, Jembatan Kutablang, Jembatan Weh Pase. Kemudian, Jembatan Hamparan Perak, jembatan Anggoli sibabangun, dan beberapa jembatan lainnya sudah tergelar sejumlah total yang dibangun ada 32 jembatan," tuturnya.
Pengerahan Alutsista dan Logistik Masif
Tak hanya personel, kekuatan alutsista dari tiga matra (AD, AL, AU) dikerahkan secara total. Sebanyak 89 unit alutsista yang terdiri dari pesawat angkut, helikopter, hingga Kapal Republik Indonesia (KRI) terus bekerja mendistribusikan bantuan.
Hingga hari ini, total logistik yang telah disalurkan mencapai 2.669,53 ton melalui berbagai metode, mulai dari airdrop (penerjunan udara) hingga jalur laut menggunakan kapal ADRI dan KRI.
"KRI membawa dukungan alat berat, alat kesehatan, mendukung membawa juga nakes dan membantu Kementerian/Lembaga lain seperti peralatan PLN, membawa BBM, bahan pangan, genset dan sebagainya," pungkas Jenderal Agus Subiyanto.
Selain bantuan fisik, TNI juga terus melaksanakan evakuasi medis serta pendampingan trauma healing bagi para korban bencana untuk memastikan pemulihan psikologis warga berjalan beriringan dengan pemulihan infrastruktur.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu







