Kaleidoskop 2025: Wajah Baru Polri, Penjaga Keamanan hingga Penopang Kesejahteraan
BeritaNasional.com - Sepanjang 2025 mungkin menjadi tahun yang sibuk jajaran Korps Bhayangkara, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo banyak hal yang dilakukan Polri lebih dari sekedar penegakan hukum.
Meski disadari keterlibatan aparat keamanan untuk urusan selain penegakan hukum dianggap tidak lazim oleh negara lain. Namun, hal itu malah disambut Presiden Prabowo Subianto sebagai capaian dan ciri khas Bangsa İndonesia.
“Kalau kau berangkat ke Inggris, Perancis, ke barat, mungkin mereka merasa aneh kok polisi urusan jagung, oh masa polisi kok urus dapur," cetus Prabowo saat hadir di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri Jakarta, Rabu (29/10/2025) lalu.
"Ya ini Indonesia, Bung. Kita nggak usah ragu-ragu. Kita nggak usah anggap apa yang dari barat itu pasti benar. Benar untuk mereka, tapi kita lain,” tambah dia.
Apa yang disampaikan bukan tanpa dasar, karena menurut Prabowo kunci utama dalam menekan angka kriminalitas adalah mengupayakan kesejahteraan masyarakat terwujud.
“Kalau rakyat sejahtera, saya yakin kriminalitas berkurang. Kalau rakyat hilang dari kelaparan dan kemiskinan, saya percaya kriminalitas akan sangat sedikit. Saudara-saudara, kalau orang tidak ada harapan, dia akan menjadi kriminal,” tandasnya.
Berangkat dari capaian tersebut, Beritanasionalc.com telah merangkum peran Polri dalam menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inisiatif dan program strategis.
1. Cetak SDM Unggul: Pembuatan SPPG dan SMA KTB
-Targetkan 1.500 SPPG Dukung MBG
Peran krusial Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah yakni ikut mendukung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka menyuplai Makan Bergizi Gratis (MBG) ke penerima manfaat.
Tercatat sampai saat ini Polri berhasil membangun 672 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai 2.352.000 orang serta menyerap 33.600 tenaga kerja (naker). Angka itu masih akan terus bertambah menyusul target 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.
"Ke depannya, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Sabtu, (18/10/2025).
-Bangun SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Polri turut memberikan kontribusi dengan kolaborasi Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Pendidikan Kemala Taruna Bhayangkara, dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia untuk membangun SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Terbentuknya sekolah ini merupakan perwujudan dari program Presiden Prabowo Subianto yang ingin mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul.
Dengan proses seleksi pendaftaran calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara diikuti oleh 11.765 calon peserta didik. Seleksi berlangsung ketat tersebut, akhirnya menyisakan 119 siswa terpilih SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan pertama.
“Untuk mewujudkan apa yang menjadi program Bapak Presiden yaitu bagaimana kita mewujudkan kualitas SDM unggul dan salah satunya melalui bagaimana kita mendorong dan membangun sekolah unggulan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat pidato penerimaan siswa angkatan pertama, Minggu (18/5/2025).
2. Ketahanan Pangan Nasional: Jagung & Beras
- Jagung untuk Swasembada
Dalam peran membantu untuk menjaga ketahanan pangan sebagai wujud dukungan untuk swasembada pangan. Polri, ikut terlibat dalam penanam jagung yang telah beberapa kuartal panen memanfaatkan bibit unggul hibrida P27 dan pupuk tekno MIGO Presisi Bhayangkara.
Secara total hingga Oktober 2025 total panen telah mencapai 2,83 juta ton. Capaian itu masih memungkinkan bertambah hingga 10 juta ton seiring dengan target optimalisasi 1 juta hektare lahan di tahun 2025.
“Guna mewujudkan swasembada pangan nasional, pada tahun 2025 Polri menargetkan penanaman jagung pada 1 juta hektare lahan dengan estimasi hasil panen mencapai 4 sampai dengan 10 juta ton,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025).
- Bantu Salurkan Beras Lewat GMP
Polri terus menyalurkan beras murah untuk mendukung stabilitas harga pangan nasional. Tercatat sejak Agustus hingga Oktober telah terdistribusi sebanyak 122.951 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama Bulog dan pemerintah daerah.
Program ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras.
Kegiatan ini tidak hanya menyediakan beras dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk di wilayah terpencil.
“Targetnya berlangsung hingga 16 Agustus, namun kami percepat agar penyaluran beras SPHP bisa lebih maksimal,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kamis (14/10/2025).
3. Kehadiran Misi Kemanusiaan di Sumatera
Polri senantiasa selalu mendukung masyarakat tertimpa musibah bencana, lewat operasi kemanusiaan. Seperti halnya, untuk bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh telah di kerahkan ribuan personel ketiga wilayah terdampak.
Tercatat sampai saat ini telah dikerahkan sebanyak 11.625 personel untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Jumlah itu bertambah, seiring pengiriman kembali 1.500 personel dilepas Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo.
“Oleh karenanya perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan, total yang dipersiapkan untuk pasca bencana alam di wilayah Sumatera, personel 1.500,” kata Dedi saat apel pemberangkatan yang digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (26/12/2025).
Personel Polri yang dikerahkan, turut memiliki berbagai tugas sesuai kemampuan dan bidang masing-masing. Mulai dari perbaikan kontribusi bangunan, pengiriman bantuan logistik, trauma healing, hingga pemenuhan kebutuhan pokok.
Selain itu, untuk total bantuan yang telah dikirimkan Polri sebanyak 7,598 ton logistik. Semua logistik didistribusikan dengan mengerahkan empat kapal dan dua pesawat, guna menyasar wilayah terpencil.
Di sisi lain, Dedi menyebut Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astama Ops) Komjen Mohammad Fadil Imran telah menyusun strategi mempercepat pemulihan wilayah pascabencana khususnya menyusul bulan Ramadhan jatuh pada Februari 2026.
"Sehingga ketika nanti masuk tahun depan, di Januari 2026, kita jauh lebih siap. Secara personel kita siap, secara peralatan pendukung kita siap, ya dan kebutuhan-kebutuhan apa dalam satu bulan ke depan ini yang kita butuhkan, kita persiapkan semuanya," tutur Dedi.
4. Deks Ketenagakerjaan Wujudkan Harmonisasi Sosial
Diresmikan pada Januari 2025, Desk Ketenagakerjaan ini menjadi wadah dialogis dan solusi konkret (trouble solver) dalam menyelesaikan sengketa antara buruh dan perusahaan, menciptakan iklim industri yang kondusif.
"Saya minta untuk Desk Ketenagakerjaan terus berkontribusi dan mendukung penuh dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, terutama yang terkait dengan permasalahan hubungan industrial," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KSPSI di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).
Deks ini disiapkan untuk membantu penanganan sengketa industrial antara tenaga kerja dengan perusahaan. Dengan melatih 2.800 penyidik untuk bisa maksimal dalam menyelesaikan persoalan buruh.
Selain itu, Deks Ketenagakerjaan juga membantu 1.575 buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja di empat pabrik baru mitra kerjasama Polri, yaitu PT Tah Shung Hung, PT Gold Emperor Indonesia, PT Longrich Indonesia, dan PT Indonesia Dreamers Sport.
Sebelum itu, juga telah sempat melepas 700 buruh korban PHK ke tempat kerja barunya. Ratusan buruh tersebut akan bekerja di PT Tah Sung Hung dan PT Indo Dreamers Sports.
5. Prestasi Olahraga Internasional
Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, ternyata anggota Polri juga banyak memiliki kemampuan olahraga. Hal itu terbukti dari Raihan 50 medali dalam ajang World Police and Fire Games (WPFG) 2025 di Alabama, Amerika Serikat (AS).
50 medali ini terdiri dari 23 emas, 11 perak dan 16 perunggu. Dengan dominasi dari cabang olahraga yakni; Judo, Balap Sepeda, Taekwondo, Bola Voli, sampai dengan Golf.
Adapun, World Police & Fire Games (WPFG) adalah kompetisi bergaya Olimpiade dengan ribuan atlet yang mewakili Petugas Tanggap Darurat dari berbagai negara di seluruh dunia. Diikuti lebih dari 8.500 peserta dari 70 negara memperebutkan 1.600 medali.
Dalam kesempatan itu, Polri turut mengirimkan 97 atlet terbaiknya untuk berkompetisi di 8 cabor, yakni bola voli, bola basket, renang, atletik, golf, sepeda, judo, dan taekwondo.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







