SPPG Karyasari Klarifikasi Video Viral MBG Dibagikan Pakai Kantong Plastik

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi SPPG. (Foto/istimewa)
Ilustrasi SPPG. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten meluruskan terkait beredar video viral di media sosial terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) memakai kantong plastik.

Sedianya SPPG telah menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Makanan kemudian didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur, pada Kamis (8/1/2026).

"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas,” kata Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan dalam keteranganya, dikutip Minggu (11/1/2026).

Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan petugas SPPG yang mendistribusikan MBG. Sehingga berakibat penyaluran tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG. 

“Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas dia.

Kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik. 

"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," terang Dimas.

Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi telah mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa kondisi makanan dalam video tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi melainkan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan.

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," jelas Lusi.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kembali bahwa penyajian makanan Program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi, guna menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: