Sudirman Said: Akar Politik Uang Bukan pada Mekanisme Pilkada

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:00 WIB
Eks Menteri ESDM, Sudirman Said. (BeritaNasional/Panji Septo)
Eks Menteri ESDM, Sudirman Said. (BeritaNasional/Panji Septo)

BeritaNasional.com -  Eks Menteri ESDM Sudirman Said menanggapi wacana perubahan mekanisme Pilkada menjadi dipilih oleh DPRD.

Sudirman menilai perdebatan mengenai pemilihan langsung maupun tidak langsung masih bersifat teknis dan belum menyentuh akar persoalan kualitas demokrasi.

“Saya berpandangan begini, sebetulnya mengenai langsung tidak langsung itu kan teknis ya, meskipun dikatakan pemilu langsung itu merupakan sesuatu yang ideal,” ujar Sudirman di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Ia menekankan bahwa kerusakan sistem politik tidak bersumber dari mekanisme pemilihan, melainkan dari peserta kontestasi yang memiliki kedekatan keluarga serta praktik nepotisme.

“Tetapi, kalau peserta pemilunya itu isinya pihak-pihak yang punya keterkaitan, keluarga, nepotisme, itu sistem apa pun jadi rusak. Dan menyelesaikan masalah politik uang itu ya gampang,” ucapnya.

Sudirman menjelaskan bahwa penanganan politik uang dapat dimulai dari perilaku aktor politik itu sendiri.

“Gampangnya adalah kalau para pemain politik, kalau para peserta pemilu itu juga tidak memulai dengan bagi-bagi uang, maka orang juga, masyarakat juga akan ikut,” katanya.

Ia menolak anggapan bahwa perubahan mekanisme Pilkada menjadi dipilih DPRD akan secara otomatis menghilangkan praktik politik uang.

“Jadi saya kira bukan itu, bukan dengan mengatakan atau mengembalikan pada DPRD yang membuat politik uang hilang,” tuturnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: