Tim SAR Evakuasi Korban Kedua dari Jurang 350 Meter di Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 21 Januari 2026 | 08:01 WIB
Tim SAR Evakuasi Korban Kedua dari Jurang 350 Meter di Lokasi Jatuhnya ATR. (Foto/istimewa)
Tim SAR Evakuasi Korban Kedua dari Jurang 350 Meter di Lokasi Jatuhnya ATR. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan terus berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar menyampaikan saat ini proses evakuasi telah dilakukan dengan membagi kekuatan menjadi enam pencarian dan evakuasi.

“Tim SAR gabungan fokus melanjutkan pencarian dan evakuasi di beberapa sektor dengan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU), termasuk SRU darat dan vertical rescue,” kata Arif dalam keteranganya, Rabu (21/1/2026)

Berkat kerja keras tersebut, lanjut Arif, Tim SAR pada Selasa (20/1/2026) berhasil mengevakuasi korban kedua dari kedalaman jurang 350 meter dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi geografis berupa lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.

“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus, dan saat ini sementara menuju ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI,” tambahnya.

Adapun operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar, dengan total 1.075 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis. Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian.

“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tegasnya.

Dengan begitu, total telah ada dua jenazah yang berhasil dijangkau petugas untuk dievakuasi dari titik ditemukan. Di mana untuk korban pertama jenis kelamin laki-laki telah dievakuasi dari jurang sedalam 100 meter.

Perlu diketahui Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar sempat bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar namun hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) kemarin siang. 

Pesawat total turut membawa kru di antaranya; Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita, Esther Aprilia, dan Dwi Murdiono

Lalu tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: