DPR Bantah Pimpinan Pengganti BEI dan OJK Bakal Diisi Direksi BUMN
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengklarifikasi berbagai isu yang beredar usai pimpinan dan jabatan eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) dam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri, usai pembekuan penjualan saham Indonesia (trading halt) selama dua hari berturut-turut setelah terbitnya laporan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Sehubungan dengan itu, saya perlu menyampaikan klarifikasi dan penegasan kepada masyarakat luas," kata Hekal dalam keterangannya, yang dikutip Minggu (1/2/2026).
Hekal menegaskan bahwa jabatan pimpinan OJK maupun eksekutif BEI yang kosong tidak akan diisi oleh pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN maupun pihak yang berafiliasi dengan institusi BUMN. Ia pun memastikan posisi kosong di kedua institusi itu akan diisi putra-putri terbaik bangsa.
"Seluruh posisi yang saat ini kosong atau ditinggalkan, baik di OJK maupun di BEI, akan diisi oleh putra putri yang kompeten dan terbaik di bidang tersebut," ujar Hekal.
Kemudian, sambung Hekal, Komisi XI DPR juga memastikan bahwa pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasannya guna memastikan independensi lembaga BEI maupun OJK.
"Saya juga tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna memastikan independensi OJK dan BEI tetap terjaga, sekaligus memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor domestik maupun global," tegasnya.
Selain itu, ia pun mengajak seluruh pihak, baik itu para stakeholder maupun masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait BEI maupun OJK, yang mana hal itu berpotensi mengganggu stabilitas pasar. Ia pun mengajak semuanya mendukung pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar Indonesia.
"Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, regulator, pelaku pasar, dan masyarakat untuk tidak terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan," imbau Hekal. 
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







