Marak Disalahgunakan untuk Euforia, Polda Metro Jaya Pertimbangkan Razia Gas N2O

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 02 Februari 2026 | 11:48 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya. (Foto/Polda Metro Jaya)
Gedung Mapolda Metro Jaya. (Foto/Polda Metro Jaya)

BeritaNasional.com - Polda Metro Jaya membuka peluang menggelar razia untuk mencegah penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) yang belakangan marak digunakan untuk euforia secara ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan, rencana penindakan di lapangan apabila nantinya petugas menemukan potensi penggunaan gas N2O di luar peruntukan.

"Kita melihat, razia dilakukan apabila itu digunakan tidak pada peruntukannya,” jelas Budi kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kimia N2O seharusnya digunakan untuk medis, otomotif, dan industri pangan asalkan. Sama seperti kegunaan alkohol yang bermanfaat jika dipakai sesuai peruntukannya.

“Kalau itu digunakan pada peruntukan, contoh saya contohkan asumsi dengan alkohol. Alkohol kadar 70%, 80% digunakan untuk membunuh bakteri, untuk membersihkan luka,” jelas dia

“Tetapi apabila disalahgunakan, dikonsumsi, dicampur dengan minuman lain, berakibat kepada kematian. Itu saya analogikan seperti itu," tambah dia.

Kata dia, jika N2O disalahgunakan berisiko menyebabkan asfiksia yang berdampak serius pada kesehatan. Akibat dari kekurangan oksigen dalam tubuh dan otak yang membuat turunnya kesadaran hingga berujung kematian.

Maka dari itu terkait maraknya penjualan dan reseller N2O di media sosial, langkah awal masih berupa koordinasi. Semua melalui rapat antara Kementerian Kesehatan dan BPOM melibatkan Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, dan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya untuk membahas regulasi pengaturan gas N2O.

"Semoga ada regulasi kepada kementerian/kelembagaan yang berkompeten untuk bisa mengkaji, untuk bisa mengatur bagaimana regulasi dari gas N2O ini," ujar dia.

Sedangkan ketika disinggung soal asal-usul gas Whip Pink yang ditemukan dalam kasus meninggalnya Selebgram Lula Lahfah, Budi menegaskan penyidikan tetap berjalan sesuai fokus pada substansi gas N2O, bukan pada merek produk.

"Kita berbicara tentang gas N2O," tukas dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: