Anggota DPR Beri Nilai Kinerja Menteri Pariwisata 50
BeritaNasional.com - Anggota Komisi VII DPR Yoyok Sudibyo memberikan penilaian kinerja kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana 50 dari 100. Nilai tersebut diberikan karena masih ada sejumlah pekerjaan rumah Kementerian Pariwisata yang belum berhasil diselesaikan.
"Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50," kata Yoyok saat rapat kerja dengan Menpar Widiyanti di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Maaf nih, Bu. Ibu seorang menteri yang paling cantik nih di kabinetnya Pak Prabowo. Ini kalau kepiawaian Ibu nggak bisa diragukan lagi. Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa nembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa," sambungnya.
Yoyok mengungkap sejumlah permasalahan di sektor pariwisata. Mulai dari tiket pesawat yang masih sangat mahal. Kemudian, infrastruktur pariwisata yang masih belum memadai.
"Yang kemudian yang kedua, ngomong masalah infrastruktur, oke sudah banyak. Faktanya kan masih terlalu banyak infrastruktur yang ke objek wisata yang rusak," katanya.
Belum lagi masih ada masalah keamanan serta banyak terjadi kecelakaan di tempat wisata. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kecelakaan kapal di Labuan Bajo merenggut pelatih sepakbola Valencia.
"Kemudian ada lagi yang apes lagi di kecelakaan pelatih bola favorit saya, malah mati di tempat kita, pelatih bola Valencia*, ini kan, cobalah, Bu, dimanfaatkan secara maksimal lagi untuk pengecekan semua fasilitas," katanya.
Dari segi kebijakan, menurut Yoyok, Kementerian Pariwisata dipimpin Widiyanti belum memberikan nilai ekonomi untuk negara. Padahal sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa dan tenaga kerja yang besar.
"Jadi, penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, Bu. Sampai ke pelaku wisata yang bawah. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya misalkan ada seminar sana-seminar sini, ke sana-ke sini, ke sana-ke sini. Itu kan jadi nggak ada itu seperti digunakan untuk mesin ekonomi," kata dia.
Ia juga mengingatkan agar Kementerian Pariwisata jangan hanya menjadi Event Organizer. Tetapi tidak memberikan manfaat kepada pelaku wisata di bawah.
"Kemudian yang kedua, jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu. Luar biasa gemanya, cuman nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya," tukasnya.
"Ibu tahu nggak data Pemda yang punya objek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu nggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis? Duit negara lho itu. Ibu tahu nggak Umbul Ponggok? Tahu kan semestinya. Satu objek wisata bisa ngasih dividen seluruh KK yang ada di desa itu. Pernah nggak Ibu buat seminar desa suruh ngomong? Untuk memimpin seminar. Ini contoh, Bu," tegas Yoyok.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







