Mengenal Saham Gorengan: Simak Ciri, Risiko, dan Tips Ampuh Menghindarinya
BeritaNasional.com - Di dunia pasar modal Indonesia, istilah saham gorengan sudah tidak asing lagi. Meski terdengar unik, istilah ini menjadi lampu merah bagi para investor karena risikonya yang sangat tinggi.
Bahkan, investor kelas dunia sekelas konglomerat India, Gautam Adani, pernah merasakan pahitnya kehilangan harta triliunan rupiah akibat isu manipulasi pasar.
Lantas, apa sebenarnya saham gorengan dan bagaimana cara agar kita tidak terjebak di dalamnya?
Apa Itu Saham Gorengan?
Saham gorengan adalah saham yang harganya dimanipulasi oleh pihak tertentu (sering disebut 'bandar') dengan modal besar.
Tujuannya adalah menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut sedang "naik daun" agar investor ritel tertarik membeli. Begitu harga mencapai puncak, sang bandar akan menjual saham mereka, meninggalkan investor ritel dalam kerugian besar.
Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai
Sebelum memutuskan membeli, kenali tanda-tanda saham yang sedang "digoreng" berikut ini:
- Likuiditas tidak wajar. Volume perdagangan tiba-tiba melonjak drastis padahal biasanya sepi.
- Meroket tanpa alasan. Harga naik tajam secara tidak rasional tanpa didukung berita aksi korporasi atau laporan keuangan yang bagus.
- Volatilitas tinggi. Harga bisa berubah sangat ekstrem dalam hitungan menit.
Tips Menghindari Jebakan Saham Gorengan
Dilansir dari BNI Sekuritas, saham jenis ini sering kali menjebak investor pemula. Ia membagikan beberapa strategi agar modal Anda tetap aman.
Berikut adalah langkah-langkah proteksi diri:
Riset fundamental mendalam. Jangan hanya melihat grafik hijau. Periksa kesehatan keuangan perusahaan, laba bersih, serta utangnya.
Waspadai Informasi Pom-Pom. Hindari mengikuti rekomendasi dari sumber yang tidak jelas atau rumor di media sosial yang menjanjikan keuntungan instan.
Lakukan diversifikasi. Jangan menaruh seluruh uang Anda pada satu saham saja. Sebar investasi ke berbagai sektor untuk meminimalkan risiko jika salah satu saham anjlok.
Gunakan fitur automatic order. Manfaatkan teknologi pada aplikasi investasi tepercaya (seperti BIONS) yang memiliki fitur Trailing Stop atau Cut Loss otomatis untuk melindungi aset Anda saat harga mulai berbalik arah.
Disiplin pada rencana awal. Jangan biarkan emosi atau rasa takut ketinggalan (FOMO) mengambil alih keputusan. Patuhi strategi investasi yang telah Anda buat.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







